Dhani Nawawi Mengaku Kenal Menteri Imin Sejak 1998

JAKARTA (suarakawan.com) – Mantan staf presiden Gus Dur, Dhani Safrudin Nawawi menegaskan dirinya sudah kenal dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar sejak lama. Dhani mengaku dirinya kenal dengan Muhaimin dikenalkan oleh Gus Dur

“Saya kenal Muhaimin sejak tanggal 1998. Saat itu, Gusdur mengatakan lihat si Imin (Muhaimin) ada di belakang

Saat itu saya datang ke rumah Imin Rumah Imin ada di belakang rumah Gus Dur,” kata Dhani saat memberikan kesaksian untu terdakwa Dadong Irbarelawan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Senin (27/02)

Jawaban dari Dhani itu menjawab pertanyaan Penuntut Umum yang menanyakan apakah dirinya kenal dengan Muhaimin Iskandar. Pasalnya pada Minggu lalu Muhaimin Iskandar mengaku tidak kenal dengan Dhani Nawawi bahkan. Bahkan secara ekstrim Muhaimin menuding Dhani ngawur dan mencatut namanya.

“Saya hargai keterangan beliau, tapi saya sudah disumpah pakai Al-quran,” kata Dhani.

Pada persidangan sebelumnya yang memutar rekaman pembicaraan antara Dhani Nawai dan Syamsu Alam (pemilik PT Alam Jaya Papua) yang diputar di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu, Dhani mengatakan kepada Syamsu kalau dirinya telah menemui Muhaimin. Dhani mengatakan kepada Syamsu kalau Muhaimin butuh dana Rp 2 miliar untuk membayar tunjangan hari raya para kiai.

“Saya baru keluar dari tempat Pak Menteri, janjinya pukul 09.00  Wib pagi, tetapi beliau baru sampai karena melepas mudik bareng di Kemayoran. Beliau (Muhaimin) buka-bukaan untuk memberikan THR ke seluruh Indonesia, masih kurang hampir Rp 2 miliar,” kata Dhani seperti dalam rekaman.

Saat ditanya terkait dengann rekaman pembicaraannya itu hari ini, Dhani menolak jelaskan. Alasannya, dia menganggap pertanyaan soal rekaman tersebut tidak ada relevansinya dengan substansi perkara yang menjerat terdakwa Dadong. Walaupun demikian, Dhani mengakui kebenaran transkrip rekaman pembicaraannya dengan Syamsu Alam itu.

Dhani juga mengaku kenal dengan Fauzi (mantan staf asistensi Menakertrans). Ia mengatakan tahu nomor telepon Fauzi sejak 2006. Saat itu, katanya, Muhaimin menjabat Wakil Ketua DPR RI.

Sekadar diketahui, Kasus dugaan suap PPID Transmigrasi ini melibatkan dua pejabat Kemennakertrans, I Nyoman Suisnaya dan Dadong Irbarelawan, serta pengusaha Dharnawati. Dadong dan Nyoman didakwa menerima suap Rp 2 miliar dari Dharnawati terkait penetapan empat kabupaten di Papua sebagai penerima dana PPID. Dharnawati divonis 2,5 tahun penjara karena dianggap terbukti memberi suap.(mad/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dhani Nawawi Mengaku Kenal Menteri Imin Sejak 1998"