Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Demokrat Pasrahkan Cawagub Pendamping Khofiffah ke Majelis Tinggi DPP

06 Nov 2017 // 19:20 // HEADLINE, PILKADA

demokrat

SURABAYA (suarakawan.com) – Sekretaris DPD Demokrat Jatim Renville Antonio memasrahkan posisi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) pendamping Khofifah Indar Parawansa kepada Mejelis Tinggi Partai dan tim 9 yang terdiri dari 17 kiai khos di Jatim.

“Kalau untuk posisi Cawagub kami pasrahkan kepada majelis tinggi. Saya yakin tim 9 juga sudah dan akan terus komunikasi dengan majelis tinggi,” katanya pada Senin (6/10).

Dia menjelaskan, pihaknya masih menunggu instruksi DPP untuk memenangkan Khofifah dalam Pilgub Jatim. “Kita masih menunggu, begitu ada perintah kami langsung bergerak,”ujarnya.

Sekadar diketahui, DPP Demokrat mendukung Khofifah dalam Pilgub Jatim. Untuk posisi Cawagub, partai berlambang segitiga mercy itu sudah menyodorkan nama Emil Dardak.

“Tugas kami di Jawa Timur hanya mengirimkan Cawagub ke DPP, selanjutnya kami sudah tidak ikut campur,” tambahnya.

Khofifah sendiri didukung Demokrat, Golkar, Nasdem dan Hanura. Bahkan, dikabarkan PPP juga akan bergabung untuk mendukung Menteri Sosial itu. Khofifah akan berhadapan dengan Saifullah Yusuf dan Azwar Anas yang didukung PDIP dan PKB.

Kembali Renville menegaskan, apapun keputusan DPP Partai Demokrat, pihaknya tetap tawaduk menjalankan perintah. Termasuk jika keputusannya Cawagub dari Khofifah bukan dari partainya dan akan pecah kongsi dengan partai koalisi pendukung Khofifah.

“Sampai saat ini kami belum ada petunjuk dari Majelisftdt Tinggi. Saya tidak tahu (keputusannya), karena saya bukan Majelis Tinggi. Yang penting apapun hasil keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat, kami tawaduk menjalankannya. Kami akan jalankan dengan optimal dan maksimal,” tegasnya. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini