Demi Untung Rp 2000 Malah Kena Denda Rp 100 Juta

Tidak ada komentar 5 views

tersangka bersama petugas

SURABAYA (suarakawan.com) – Sulitnya mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari membuat Muhammad Ramsli, warga Panarukan Situbondo terkena ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta meskipun hanya mendapat keuntungan Rp.2000.

Hal itu lantaran dirinya melanggar UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, khususnya pasal 40 ayat 2.
Pria yang berusia 24 tahun tersebut terbukti dengan sengaja menjual dan menyimpan, memiliki satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati serta tidak memfungsikan sesuai dengan zona pemanfaatan  yang telah ditentukan taman nasional.

Tersangka sendiri ditangkap anggota Unit Idik Polrestabes Surabaya yang dipimpin langsung oleh Kanit Ricky Firmansyah, Amd, saat akan menjual barang dilindungi negara tersebut di dekat sebuah SPBU di Jalan Raya Dupak Surabaya, minggu lalu. Pelaku diamankan bersama dua buah karung berisi 30 biji kulit kerang jenis kepala kambing, dan satu kardus berisi 11 biji kulit kerang jenis terompet.

Dua jenis kulit kerang yang biasa dipakai hiasan dinding itu terkenal cukup langka. Jika pun ada, untuk barang yang sudah jadi, harganya dapat mencapai ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah.

“ Kerangnya diangkut menggunakan truk mitsibusi  FE74 4X2MT tahun  2007 kombinasi warna kuning, “ kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Sudamiran didampingi Kasubnit  Idik Iptu Ricky Firmansyah. Rabu (06/07).

Pelaku akan menjual kulit hewan tersebut kepada seseorang yang berada di Jalan Tanjung Sari dengan harga enam ribu rupiah untuk jenis kerang kepala kambing. Sedangkan kerang jenis trompet dijual dengan harga delapa belas ribu rupiah, tanpa dilengkapi dokumen yang resmi.

“ Keuntungan tersangka antara dua ribu rupiah sampai delapan ribu rupiah per bijinya” tambah Ricky.

Ramsli sendiri mengaku memperoleh kulit kerang jenis kepala kambing (Cassis Cornula) dan terompet (Charonia Tritonis) itu dari nelayan di Situbondo seharga Rp 4.000 untuk jenis kepala kambing, dan Rp 10.000 untuk jenis terompet.

“Jika ada yang berminat, MR menjual kulit kerang itu seharga Rp 6.000 untuk jenis kepala kambing, dan Rp 18.000 untuk jenis terompet,” ungkapnya (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Demi Untung Rp 2000 Malah Kena Denda Rp 100 Juta"