Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Dari Balik Jeruji Besi, KGP Bicara Soal Ini

08 Jun 2017 // 14:35 // HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

IMG-20170522-WA0007

JAKARTA (suarakawan.com) – Paranormal Ki Gendeng Pamungkas (KGP) ditangkap penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya karena mengeluarkan ujaran kebencian yang bersifat diskriminatif. Berada di balik jeruji besi, Ki Gendeng Pamungkas mengungkapkan uneg-unegnya. Berikut catatan Ki Gendeng Pamungkas, yang dititipkan kepada salah satu kuasa hukumnya:

Saudara.. mari kita perhatikan setiap manusia yang hidup di muka bumi ini. Tuhan menciptakan manusia dengan berbangsa-bangsa, bersuku-suku, berkaum-kaum dan berbagai ras. Tentu bukan sebuah kesalahan ketika Tuhan menciptakan manusia saling berbeda, karena Tuhan Maha Benar. Tentu ada tujuan Tuhan mengapa manusia diciptakan dari berbagai ras dan di berbagai tempat.

Bukan pula sebuah prioritas ketika Tuhan menciptakan manusia di Eropa atau di Timur Tengah dengan fisik yang tinggi besar berkulit putih dan berhidung mancung jika dibandingkan dengan ras Indonesia yang bertubuh pendek, berkulit coklat dan berhidung pesek. Semua perbedaan yang mencolok dari setiap ras manusia yang diciptakan Tuhan itu pasti ada alasannya.

Kemudian di Asia, Tuhan juga menciptakan ras Cina dengan postur tubuh yang nyaris sama tinggi dan sama besar dengan ras Indonesia. Bedanya ras Cina bermata sipit dan berkulit lebih putih jika dibandingkan dengan ras Indonesia. Dan saya yakin Tuhan juga bkn tanpa alasan menciptakan perbedaan antara ras Cina dan ras Indonesia.

Selain menciptakan perbedaan fisik, Tuhan juga menciptakan perbedaan budaya, perbedaan kebiasaan dan perbedaan pandangan dari setiap kaum, umat, bangsa atau ras itu. Dan saya sangat yakin Tuhan bukan tanpa alasan menciptakan manusia dengan budaya yang berbeda itu.

Dan saya lebih yakin lagi bahwa Tuhan tahu perbedaan budaya itu akan menimbulkan bentrokan satu kaum dengan kaum lainnya, satu bangsa dengan bangsa lainnya dan bentrokan antara satu ras dengan ras lainnya. Sebab Tuhan juga menciptakan kepentingan masing-masing dari setiap kaum, bangsa dan ras itu.

Saudara..Tuhan juga menciptakan kemerdekaan pada setiap manusia yang lahir di muka bumi ini. Merdeka untuk memilih keyakinannya, merdeka untuk menjalani kehidupannya dan tentu saja merdeka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tentu saja kemerdekaan itu adalah kemerdekaan yang bertanggung jawab bukan merugikan orang lain.

Berkaitan dengan suatu kaum, bangsa atau ras dengan kemerdekaan hidupnya masing-masing, Tuhan juga menciptakan rasa dari setiap kaum itu yang berbeda. Lain dari itu Tuhan juga membebaskan setiap manusia untuk menjaga dirinya masing-masing, kaumnya masing-masing atau rasnya masing-masing dari kejahatan ras lain sebab perbedan ras yang diciptakan Tuhan itu merupakan potensi besar untuk terjadinya bentrok. Sebab setiap ras pasti punya ego terhadap ras lainnya.

Adalah manusiawi jika sebuah ras merasa punya kelebihan dan akibatnya itu menjadi ego untuk mengecilkan ras lainnya. Saudara mari kita perhatikan pertikaian besar bahkan perang besar di muka bumi ini. Semua terjadi antara sebuah koloni, sebuah kaum atau sebuah ras dengan ras lainnya. Pemicu perang itu adalah egoisme satu ras dengan ras lainnya. Bahwa setiap ras merasa punya kelebihan karena keyakinan atau agamanya, maka ras yang merasa dirinya lebih baik itu akan memaksakan keyakinannya pada ras lain yang dianggap lemah, bodoh atau miskin.

Pemicu kedua dari peperangan besar itu adalah harta, kekayaan atau ekonomi. Sebuah ras yang merasa lebih pintar, lebih kuat dan lebih kaya akan terus mempertahankan egoismenya itu. Agar tetap menjadi ras yang terpintar, terkuat dan terkaya. Akibatnya akan ada invasi ras yang lebih kuat dan lebih kaya terhadap ras yang lemah dan miskin.

Dan memang sudah menjadi takdir manusia bahwa harta dan tahta itu akan menjadi hiasan yang diperebutkan di muka bumi ini. Contohnya pertikaian Amerika dan Uni Soviet, perang itu semata karena perbedaan keyakinan dan perebutan kekayaan alam. Perang Iran Irak juga karena perbedaan keyakinan dan harta. Bahkan perang dunia kedua yang dipicu oleh Nazi nya Hitler adalah akibat keyakinan Hitler yang bertentangan dengan kaum Yehovah. Demikian juga dengan Korea Utara dan Selatan yang sampai saat ini masih bersitegang. Sejatinya itu adalah perang keyakinan antara dua negara yang sebenarnya dari ras yang sama.

Lalu salahkah hitler membela keyakinannya? atau salahkah Saddam Husain membela bangsanya?

Salam jabat erat
Ki Gendeng Pamungkas,
Front Pribumi

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini