Dana Banpol Tidak Jelas, Demokrat Surabaya Saling Lempar Tanggung Jawab

lambang partai demokrat

SURABAYA (Suarakawan.com) – Setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya diterpa kasus dugaan penyimpangan dana Bimbingan Teknis (Bimtek), kini mencuat kasus baru yang menyangkut penggunaan dan pertanggung jawaban dana bantuan Politik (Banpol) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Surabaya melalui Bakesbanglinmas Kota Surabaya. Hal ini membuat anggota partai Demokrat saling lempar tanggung jawab.

Ketua PAC Demokrat Rungkut Surabaya,Untung saat kepada wartawan di kantornya, Kamis (16/6)  mengatakan, bahwa berdasar informasi yang diterimanya, dana sisa Banpol DPC Demokrat tahun 2010 yang berada di rekening DPC Demokrat sebesar 125 juta rupiah dicairkan oleh Plt Ketua DPC dan Bendahara.

Dana tersebut, digunakan untuk mengecat kantor DPC sebesar 27 juta, sedangkan sisanya 90 juta rupiah disimpan oleh Bendahara. “Itu dana sisa banpol 2010, sebagian digunakan untuk pengecatan, sebagian disimpan oleh Bendaraha,” ujarnya.

Jika merujuk pada aturan yang ada, seharusnya dana parpol digunakan untuk pemberdayaan kader baru, sedangkan jika ada sisa, maka dana tersebut harus dikembalikan kepada pemerintah daerah.

Lebih lanjut Untung mengatakan, bahwa beberapa PAC sempat mempertanyakan keberadaan dana banpol tersebut, namun belum mendapat jawaban yang memuasakan dari DPC, meski telah melalui rapat resmi. “Kita belum mendapat jawaban yang memuasakan” terangnya.

Untung meminta, pemerintah daerah, dalam hal ini Bakesbang Linmas untuk terjun dan melakukan penyelidikan.”Ini harus ditindaklanjuti, agar menjadi pendidikan politik yang baik bagi semua partai,” tuturnya.

Dalam rekening DPC, yang berhak mengeluarkan adalah Ketua dan Bendahara. Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar atas campur tangan siapa rekening koran tersebut dapat dikeluarkan.

Ia menambahkan berdasarkan rekening koran Bank Mandiri atas nama DPC Partai Demokrat Surabaya no 142-00-0608615-0 cabang Bratang Binangun yang dibawanya dengan saldo akhir 209,927,892.01 pertanggal 7/06/11, ketua DPC Plt dan Rusli Yusuf harus bertanggung jawab atas semuanya di mata kader dan hukum, dikarenakan sumber dana berasal dari uang rakyat. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dana Banpol Tidak Jelas, Demokrat Surabaya Saling Lempar Tanggung Jawab"