Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Curhat SBY Jadi Korban Hoax di Pilkada DKI 2017

07 May 2017 // 22:32 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN

sby

MATARAM (suarakawan.com) – Mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengutarakan pengalamannya menjadi korban fitnah saat mengusung Agus Harimurti Yudhoyono di Pilkada DKI 2017.

SBY mengatakan berita-berita bohong itu tak hanya ditujukan kepada dirinya, melainkan juga kepada keluarga yang kala itu turut mendorong Agus maju mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta.

“Belum lama ini dalam Pilgub DKI luar biasa hoax yang ditimpakan ke saya dan keluarga. Tidak boleh dibiarkan, ada yang geruduk ruang saya. Mestinya hukum ditegakkan bagi kami yang ingin adil. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih,” kata SBY seperti dikutip Antara saat acara hari bebas kendaraan atay car free day di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (7/5).

SBY mengatakan dirinya mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memerangi berita hoax dan fitnah. dengan catatan, kata dia, kebijakan tersebut adil bagi semua.

Indonesia menurut SBY merupakan negara kebenaran, keadilan, etika dan hukum. Bukan negara kebohongan, fitnah dan hoax. Sehingga rakyat harus memerangi itu semua.

“Kami ingin negeri ini adil, tidak tebang pilih dan pilih kasih. Pemberantasan hoax juga tidak boleh tebang pilih,” ucap SBY yang didampingi Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Pada kesempatan itu, SBY juga mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk mengumandangkan gerakan nasional dan internasional stop hoax dan fitnah.

“Melalui NTB, saya mengajak masyarakat mengumandangkan gerakan nasional dan internasional stop hoax dan fitnah. Mari kita dukung pers yang merdeka adil dan bertanggung jawab,” tandasnya.

SBY tidak menjelaskan secara spesifik kabar hoax apa yang menimpa dia selama Pilkada DKI 2017. Namun seperti diketahui, satu hari menjelang pemungutan suara putaran pertama, mantan Ketua KPK Antashari Azhar dalam keterangan terbuka kepada publik menyebut SBY sebagai orang yang paling tahu seluk-beluk pembunuhan pengusahan Nasrudin Zulkarnaen.

SBY membantah tudingan Antashari. Dia menyebut itu sebagai fitnah. (cnn/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini