China Hapus Batasan Masa Jabatan Presiden, Xi Jinping Berpeluang Berkuasa Seumur Hidup

BEIJING (suarakawan.com) – Peluang Presiden China Xi Jinping untuk berkuasa lebih dari 10 tahun terbuka lebar. Itu karena, undang-undang yang membatasi masa jabatan Presiden China telah di amendemen oleh Kongres Rakyat China, 11 Maret 2018.

Dalam pemungutan suara di parlemen, sebanyak 2.957 delegasi mendukung perubahan tersebut. Sementara 3 delegasi abstain dan 2 lainnya menolak.

“Impian besar pembaruan nasional mendorong kita untuk terus berjuang, era besar mengilhami kita untuk terus maju,” kata Ketua Parlemen China Zhang Dejiang yang menjadi salah satu pendukung Xi Jinping.

Dia pun mendorong agar sosialisme yang berkarakteristik China dan filsafat politik bertajuk “Xi Jinping Thought” atau “pemikiran Xi Jinping” dapat diterapkan. Tujuannya, demi mewujudkan mimpi-mimpi China.

Para penentang amendemen meminta, keputusan tersebut dibatalkan untuk mencegah terulangnya kengerian era Mao Zedong. Mereka khawatir perubahan kontroversial dalam konstitusi China akan memicu bencana yang berisiko menenggelamkan negeri itu ke dalam pergolakan politik dan kediktatoran tunggal.

“Ini bisa menghancurkan China dan rakyatnya. Jadi saya tidak bisa berdiam diri. Saya harus membuat mereka tahu bahwa ada pihak yang menentang keputusan itu,” ucap Li Datong, seorang pensiunan editor yang menjadi wajah oposisi liberal.

Sementara itu, pengamat politik Cary Huang mengatakan, upaya Xi Jinping untuk menjadi “penguasa de facto” China merupakan babak paling kontroversial dalam perkembangan sejarah politik Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Dia sekarang presiden seumur hidup. Presiden seumur hidup, Tidak, dia hebat,” kata Trump seperti dikutip dari CNN.

Trump pun mengatakan, kehebatan Xi Jinping tersebut bisa saja ditiru AS suatu hari nanti.(lp6/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "China Hapus Batasan Masa Jabatan Presiden, Xi Jinping Berpeluang Berkuasa Seumur Hidup"