Celurit Bicara, Satu Tewas Satu Kritis

Jenazah Timan (58) di kamar Mayat RSUD dr Soetomo, Surabaya

SURABAYA (suarakawan.com) – Warga sekitar  Tambak Mayor Utara dekat rel KA geger pada Sabtu (18/06) sore setelah dua orang warganya bersimbah darah.

Dua orang warga itu adalah Timan (58) yang tewas akibat kehabisan darah dari luka menganga pada kakinya dan Muksan yang kondisinya  tengah kritis di IRD dr Soetomo  akibat luka bacok dipunggung.

Berdasarkan informasi yang didapat suarakawan.com, diduga pelaku 7 orang yang mengendarai 3 motor dan menggunakan helm full face membacok dengan celurit kedua korban yang tengah duduk santai di depan rumahnya.

Kabarnya,  pengeroyokan yang menewaskan Timan(58) dan melukai Muhsan ini dilatarbelakangi dendam setengah bulan yang lalu. Waktu itu, anak-anak mereka terlibat pertengkaran entah karena sebab apa. Diduga karena orang tua masing-masing tidak terima sehingga timbulah dendam diantara mereka.

Puncaknya, Sabtu (18/6) sore, secara diam-diam diduga keluarga salah satu yang terlibat mengirim orang menghabisi korban.

“Sebenarnya permasalahan ini sudah didamaikan dan dianggap masalahnya sudah selesai,” kata salah seorang kerabat Timan saat ditemui di kamar mayat Jl. Karang Menjangan.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Asemrowo masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.(Jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *