Cegah Traficking, DPRD Usulkan Batasan Umur Masuk RHU

DPRD Surabaya

SURABAYA (suarakawan.com) – Pengusaha rekreasi hiburan umum RHU) kini tidak seenaknya menerima pengunjung, karena diduga maraknya kasus trafficking yang menimpah anak di bawah umur. Maka itu  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan mengusulkan pembatasan umur bagi orang yang masuk ke tempat Rumah Hiburan Umum (RHU).

Ketua pansus raperda perlindungan Anak DPRD Surabaya, Yayuk Puji Rahayu, Selasa (26/07) mengatakan raperda perlindungan anak mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberikan perlindungan terhadap anak di Surabaya. Aturan di atas merupakan salah satu proteksi agar anak tidak memasuki tempat-tempat yang belum selayaknya.

“Secara prinsip pembahasan kita belum sampai ke pasal ini. Namun kita telah bersepakat untuk memberikan perlindungan anak,” katanya

Dijelaskan  Hal ini dituangkan dalam Bab I “Ketentuan Umum” pasal 4. Sedangkan bagi penyelenggara RHU yang ketahuan melanggar aturan ini akan diberikan sanksi ancaman kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 50 juta.

RHU ini adalah diskotik, kelab malam, bar, karaoke dewasa, pub/rumah musik, panti pijat/massage dan panti mandi uap/sauna. Selain itu juga hotel, motel, losmen, usaha wisma pariwisata dan kegiatan usaha yang sejenis.

Ia menambahkan salah satu larangan lain bagi anak adalah pelajar berseragam yang masuk ke pusat perbelanjaan atau mal. Menurut dia, pelajar berseragam tidak boleh masuk, meskipun sudah waktunya jam pulang sekolah. “Kalau sampai tetap bisa masuk, bukan anaknya yang kena sanksi, tetapi penyelenggara (pihak mal-nya),”tegasnya.

Namun aturan ini bakal ada pengecualian. Misalnya anak pulang sekolah yang dijemput orang tuanya. Lantas sang orang tua mengajak anaknya jalan-jalan ke mal. “Kalau seperti ini boleh, asalkan dia didampingi oleh orang tua,”terangnya. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Cegah Traficking, DPRD Usulkan Batasan Umur Masuk RHU"