Calo Tanah “Gentayangan” Di Pamurbaya

Tidak ada komentar 9 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Rencana Pemerintah Kota Surabaya yang akan membayar tanah masyarakat yang memiliki sertifikat di lahan konservasi mangrove Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya), akan mengalami banyak kendala.

Kendala utamanya adalah masalah anggaran yang akan jauh besar, karena
80 persen pamurbaya dikuasai pengembang diantaranya PT Dharmaland, Pakuwon, Laguna, PT SAC Nusantara.

“Jauh sebelum 2001 banyak penguasaan lahan atas perintah Lurah-Lurah yang berada di sekitar Lahan Konservasi Pamurbaya, memerintahkan warga agar  menjual lahan tersebut kepada pengembang,” kata Wawan Some, Konsorsium Rumah Mangrove, kepada suarakawan.com, Senin sore (23/05).

Berdasarkan, lanjutnya, hasil investigasi,  diketahui di sepanjang pantai itu banyak  warga mengelola tambak,tetapi itu bukan lahan milik mereka.

“Jadi kita pesimis dengan rencana Pemkot Surabaya ini,” imbuhnya.

Sementara itu, dari informasi yang diterima suarakawan.com, saat ini sudah banyak “tuan tanah” yang akan memakelari pembebasan tanah tersebut.

Seperti, sumber suarakawan.com yang namanya minta dirahasiakan, dia sempat didatangi oleh seseorang yang akan membeli tanahnya yang telah memiliki sertifikat dan saat ini tertanam mangrove, di lokasi Lahan Konservasi Mangrove Pamurbaya.

“Saya punya tanah sekitar 2 hektar dan saat ini ditanami mangrove, dan pernah ditawar sekitar 2 juta/M persegi,” ujar sumber ini.(jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Calo Tanah “Gentayangan” Di Pamurbaya"