Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Buruh Migran Ilegal Asal Indonesia di Malaysia Terancam Dideportasi

08 Jul 2017 // 08:39 // EKONOMI, HEADLINE

tki

KUALA LUMPUR (suarakawan.com) – Lebih dari 2.000 pekerja migran ilegal di Malaysia hadapi ancaman deportasi, termasuk para pekerja migran asal Indonesia yang tidak berdokumen.

Malaysia sangat bergantung pada pekerja migran dari negara-negara lain, termasuk Indonesia, Banglades, dan Nepal. Mereka biasanya dibutuhkan di sektor perkebunan dan konstruksi.

Sekitar dua juta pekerja migran terdaftar di Malaysia dan jumlah tersebut setara dengan para pekerja yang tidak berdokumen resmi.

Seorang pejabat imigrasi senior mengatakan baru-baru ini mereka menangkap lebih dari 2.000 tenaga kerja asing di Malaysia, yang tidak punya dokumen.

Para pekerja tak berdokumen tersebut ditangkap saat dilakukan penggerebekan massal di seluruh negeri jiran sejak 1 Juli lalu. Kebanyakan dari mereka bekerja di pabrik-pabrik dan restoran.

“Mereka akan diinvestigasi dalam waktu 14 hari dan diadili sebelum dideportasi,” papar Saravana Kumar, kepala penegakan, investigasi dan hukum Departemen Imigrasi Malaysia.

Kumar menambahkan, mayoritas dari mereka yang ditangkap berasal dari Banglades dan Indonesia, yang kebanyakan masuk ke negara tersebut hanya dengan visa turis dan tanpa dibekali izin kerja.

Saravana Kumar mengatakan ada 52 pengusaha yang juga ditangkap dalam penggerebekan ini karena dicurigai mempekerjakan pekerja tak berdokumen.

Menurut aktivis, sebagian besar pekerja tidak berdokumen itu adalah korban perdagangan manusia dan penipuan.

Mereka menjadi korban pemerasan, yang dililit utang dalam jumlah besar terhadap agen perekrutan tenaga kerja, setelah menaruh harap mendapatkan pekerjaan di luar negeri, sebagai upaya melepaskan diri dari jerat kemiskinan.

“Tanggung jawab tersebut berada pada pengusaha dan agen tenaga kerja dalam mendapatkan izin kerja itu. Bagaimana Anda mengharapkan pekerja migran melakukan ini, saat mereka dalam posisi terjepit? ” Ujar Aegile Fernandez, seorang direktur kelompok migran Tenaganita di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Tidak adil untuk menangkap dan memborgol mereka, lalu memasukkan mereka ke pusat penahanan dan mendeportasi mereka. Mereka telah membayar uang kepada agen untuk mendapatkan izin kerja, tapi tidak dilakukan oleh agen,” tambahnya.

Media lokal mengatakan beberapa pekerja telah meninggalkan asrama mereka selama penggerebekan berlangsung dan pergi bersembunyi.

Fernandez mengatakan bahwa para pekerja ini berisiko tinggi sebagai korban perdagangan manusia karena beberapa orang sekarang mencoba untuk meninggalkan negara tersebut.

Kumar dari Departemen Imigrasi Malaysia berjanji, pihak berwenang akan mencari tahu apakah mereka yang ditahan tersebut adalah korban perdagangan manusia.(kc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini