Buron, Neneng Dinilai Tak Ada Iktikad Baik Menyerahkan Diri

JAKARTA (suarakawan.com) – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Nurkholis Hidayat menilai pengakuan tersangka kasus PLTS Kemenakertrans Neneng Sri Wahyuni yang mengaku menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidaklah mendasar. Pasalnya dari awal ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Neneng sama sekali tidak menunjukkan sebagai warga negara yang baik. Bahkan menurutnya Neneng sengaja melarikan diri ke luar negeri.

“KPK sudah benar dia sudah melakukan penangkapan dia sudah buron sejak awal proses hukum. Pelaku ini ketika sudah dietapkan sebagai tersangka dipanggil dan dia mangkir dan buron. Jadi Ini tidak benar kalau Neneng ingin melakukan iktikad baik (menyerahkan diri),” kata Nurkholis, saat dihubungi suarakawan.com, Sabtu (16/06)

Oleh karena itu, lanjutnya, dia mendukung penuh langkah KPK dalam menangkap Neneng. Selain itu, dia menambahkan, Neneng bisa menjadi pintu masuk bagi KPK dalam membuka kasus korupsi di PLTS di Kemenakertrans ini lebih dalam.

“Ada mekanisme hukum lakukan saja untuk melakukan upaya hukum terhadap yang bersangkutan,” tuntasnya.

Soal isu Neneng menyerahkan diri ini, KPK sendiri sudah membantahnya. KPK menegaskan Neneng Sri Wahyuni ditangkap KPK di rumahnya di Pejaten Jakarta Selatan setelah dibuntuti dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Menurut KPK klaim itu hanyalah opini dari orang yang mengaku sebagai pengacaranya Neneng, padahal Neneng belum memberikan surat kuasa kepada siapapun

Neneng Sriwahyu menjadi buronan interpol sejak 20

Agustus 2011. Neneng kedapatan bersama Nazar saat suaminya itu ditangkap di Kartagena, Kolombia, pada 7 Agustus 2011 silam. Saat penangkapan, Neneng tidak ikut ditangkap karena belum ditetapkan sebagai tersangka. Tak lama, baru KPK menetapkan Neneng sebagai tersangka kasus dugaan suap PLTS. Tapi keberadaannya sudah tidak diketahui, sehingga ia ditetapkan sebagai buronan Interpol.

Dalam kasus ini Neneng dan Nazar diduga mendapat keuntungan Rp2,2 miliar dari proyek pengadaan PLTS tersebut. Kasus itu juga menjerat

pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Timas Ginting, sebagai terdakwa. (mad/jto)

 

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Buron, Neneng Dinilai Tak Ada Iktikad Baik Menyerahkan Diri"