Bupati Probolinggo: Serangan Ulat Bulu Hal Biasa

SURABAYA – Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin mengatakan serangan ulat bulu di delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo merupakan kejadian yang biasa.

“Sebelumnya pernah terjadi, tapi jumlahnya gak sebanyak saat ini”, kata bupati yang juga ketua Nasional Demokrat Jawa Timur itu saat dihubungi suarakawan.com, Sabtu (2/3) sore.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat. “Belum ada laporan masuk, kalau ada yang menderita gatal-gatal akibat serangan ulat bulu”, ungkap Hasan.

Namun kata Hasan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan penelitian terhadap serangan ulat bulu tersebut, guna mengetahui berbahayakah jenis ulat bulu dasi sira ini dan apa penyebab semakin meluasnya serangan ulat bulu tersebut.

Untuk meminimalisir meluasnya serangan ulat bulu, kata Hasan, pemerintah hanya melakukan penyemprotan pestisida ke pohon yang ditempati ulat bulu. Guna menunjang langkah pemerintah, masyarakat diberikan bantuan berupa pestisida untuk membantu menghentikan penyebaran serangan ulat bulu.

Sementara itu, ahli biologi alumni Universitas Negeri Malang, Hanafia al Faruq membenarkan bahwa kejadian tersebut bukan hal yang luar biasa, karena hampir setiap tahun terjadi, meskipun jumlahnya tidak sebanyak kali ini.

‘Hujan’ ulat bulu di Kabupaten Probolinggo, kata Hanafia, sangat dimungkinkan karena perubahan cuaca. Pasalnya curah hujan yang tinggi hampir setiap sore di Probolinggo menyebabkan terganggunya siklus metamorfosis ulat bulu menjadi kupu-kupu.

“Seharusnya ulat tersebut bermetamorfosis menjadi kepompong, lalu kupu-kupu. Tapi akibat hujan hampir setiap sore, akhirnya ulat-ulat itu tidak bisa segera menjadi kepompong. Pada saat yang sama ribuan telur menetas menjadi ulat baru, akibatnya jumlah ulat semakin banyak”, jelas Hanafia kepada suarakawan.com.  (ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Bupati Probolinggo: Serangan Ulat Bulu Hal Biasa"