Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Buni Yani Nyatakan Banding Atas Vonis 1,5 Tahun Penjara

14 Nov 2017 // 20:28 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

65410_84526_Buni Yani

BANDUNG (suarakawan.com) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 1,5 tahun terhadap Buni Yani, terdakwa kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik, Selasa (14/11). Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut Buni Yani 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Atas putusan tersebut kuasa hukum Buni Yani langsung menyatakan banding. Sementara dari jaksa menyatakan pikir-pikir.

Hakim M. Saptono saat membacakan amar putusan mengatakan Buni Yani terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana UU ITE.

“Menjatuhkan hukuman pidana 1 tahun enam bulan,” katanya.

Terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar pasal 31 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 Undang – Undang RI nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Eleltronik jo Undang – Undang RI nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11/2008 tentang ITE.

Menurut hakim, Buni Yani telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menambah, mengurangi, melakukan transmisi dan menghilangkan suatu informasi elektronik dan dokumen elektronik milik orang lain. Karena itu menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun enam bulan.

Hakim menyebut, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan antar umat bergama, tidak mengaku bersalah, dan seorang dosen yang harusnya memberikan contoh.

Hal meringankan menurut hakim, terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya. Dan mempunyai tanggungan keluarga.(mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini