Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Buku “Merajut Kemelut” Bisa Menginspirasi Calon Pemimpin

buku risma kemelutSURABAYA (suarakawan.com) – Buku berjudul “Merajut Kemelut: Risma, PDI Perjuangan dan Pilkada Surabaya” dinilai bisa menginspirasi calon pemimpin, khususnya kader yang maju sebagai calon kepala daerah.

“Buku ini menggambarkan seorang Tri Rismaharini yang merupakan pemimpin berlegitimasi kuat sehingga sangat tepat bagi calon kepala daerah,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristyanto menilai kepada wartawan usai bedah buku di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga Surabaya, Senin (11/4).

Menurutnya, buku ini akan dijadikan kajian sebagai upaya memperbaiki dan melanjutkan tradisi sekolah calon kepala daerah sehingga bisa menjadi inspirasi. Tidak hanya bagi calon kepala daerah saja. “Kader PDIP yang berkomitmen dan berjuang dengan kepentingan rakyat juga bisa memahaminya,” ucapnya.

Pakar politik FISIP Unair Priyatmoko menilai buku tersebut cocok untuk orang Surabaya yang mengikuti berita seputar Pilkada lalu. Namun, tidak bagi masyarakat luar kota karena harus mengetahui latar belakang peristiwa.

“Buku ini untuk umum sehingga harus ada penjelasan semacam ilustrasi agar pihak yang tidak terlibat langsung dalam Pilkada bisa memahaminya,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, setelah membaca buku bergenre biografi politik setebal 444 halaman yang diterbitkan Pagan Press tersebut ternyata diketahui bahwa Tri Rismaharini bukanlah sosok pemimpin yang dikenal tanpa kompromi dalam segala hal.

“Ternyata beliau bisa diajak kompromi. Seperti saat mendapatkan kartu tanda anggota dan tercatat sebagai kader PDIP,” ujarnya.

Buku yang ditulis wartawan LKBN Antara Abdul Hakim bersama Direktur Eksekutif SCG Consulting Didik Prasetiyono merupakan kisah pentingnya evaluasi Pilkada untuk perbaikan pelaksanaan Pemilu ke depan menjadi lebih baik.

Menurut Didik Prasetiyono, Tri Rismaharini sendiri merupakan kader PDIP yang berjuang tidak hanya mencapai kemenangan dalam Pilkada Surabaya 2015. Lebih dari itu, melawan upaya-upaya menggagalkan Pilkada Surabaya.

“Catatan ini selaku ikhtiar berbagai peristiwa, pernik-pernik pemikiran dan tentu saja percikan sejarah politik di seputar Pilkada Surabaya 2015,” tuturnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini