Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Buka Pameran, Gus Ipul Borong Kain Batik

07 Jun 2017 // 21:48 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

20170607_212540

SURABAYA (suarakawan.com) – Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memborong kain batik tradisional dalam Pameran “Padang Rembulan” Batik Handicraft Tenun dan Hijab di Grand City, Surabaya, Rabu (7/6) malam. Pameran tersebut diselenggarakan oleh Karang Taruna Jatim.

“Wah bagus batik ini. Kalau batik yang ini berapa harganya ya,” kata Gus Ipul kepada salah satu pemilik stand Nurhaida batik, Nurul Hasanah. “Ayo pak Arif, beli saja. Pilih pak Arif, mana batik yang bagus,” tambahnya.

Yang dimaksud pak Arif, yaitu Arif Affandi, sahabat Gus Ipul yang kerap mendampingi Calon Gubernur Jatim itu dalam berbagai acara. “Yang itu bagus Gus,” ucap Arif sambil menunjuk batik yang terpajang di dinding stand.

Sedikitnya ada tiga jenis kain batik yang dibeli Gus Ipul, ditambah satu kain batik yang dibeli dan diberikan kepada Arif Affandi. Masing-masing potong kain batik yang dibeli Gus Ipul harganya Rp 150 ribu. Kain batik tradisional yang dibeli Gus Ipul dengan motif pisang bali, tirta dan sekar jagat.

Nurul Hasanah, pedagang batik tradisional asal Sragen mengaku senang dagangannya bisa dibeli oleh Gus Ipul. “Tadi empat kain dibeli Gus Ipul dengan harga Rp 600 ribu. Per potongnya Rp 150 ribu mas,” katanya.

Menurutnya, ada tiga jenis batik yang dijual di pameran tersebut. Selain motif handprint, dia juga menjual batik motif cap dan kombinasi tulis. Semua jenis kain batik itu dikerjakan secara tradisional, bukan buatan pabrik. ”Kalau yang paling mahal kombinasi tulis. Perpotongnya mencapai Rp 300 ribu,” tandasnya.

Sebelum membeli kain batik, Gus Ipul menyempatkan diri melihat stand-stand pameran lain. Mulai stand yang menjual makanan ringan, stand lukisan hingga stand batik.

Di stand lukisan, Gus Ipul tertarik dengan salah satu lukisan dengan harga Rp 5 juta. “Wah bagus lukisan ini. Berapa harganya, saya beli,” ucapnya sambil menunjuk lukisan seharga Rp 5 juta.

Di tempat sama, Wakil Ketua Karang Taruna Jatim, M Arifan mengatakan, pameran itu diikuti perajin dari wilayah Indonesia seperti Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur dan jawa Barat. Selain batik, peserta pameran adalah perajin handicraft dan kain tenun. ”Jumlah standnya ada 75. Saya berharap nantinya ini terisi semuanya,” ujatnya.

Dia berharap agar pelaku UKM, khususnya di Jatim bisa meningkatkan kualitas dagangannya, agar harga jualnya bisa lebih tinggi dan menjangkau konsumen kelas menengah keatas. “Saya mendorong agar generasi muda kita bisa membuka peluang kerja dengan menjadi pengusaha UMKM,” tambahnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini