Budi Pekerti Islam Yang Lebih Utama

Tidak ada komentar 7 views

Oleh : M. Zulfi Azwan

Ketika Saya turun dari pesawat di bandara Soekarno – Hatta kemarin, tiba-tiba saya dikejutkan dengan seseorang memanggil hai ustadz, wah ketika itu Saya terkejut dan berpaling, apalagi seorang ustadz sudah barang tentu akan tahu banyak mengenai agama khususnya tentang Islam.
Sedangkan saya jauh dari hal tersebut dan saat itu apalagi sedang memakai pakaian celana jeans dengan baju hem warna kegelapan dan pakai ransel
tidak layak sebagai seorang ustadz lazimnya.

Akhirnya siapa yang memanggil tersebut Saya hampiri dan beliau berkata,
apa kabar ucapnya, dan Saya sambut alhamdulillah,syukron katsir ahlan wa sahlan.  Beliau langsung mengatakan masih ingat dengan saya, ya! saya ingat namun ketemu dimana? ternyata sambil mengingat-ingat dan beliau langsung mengatakan Syaifullah serta mengatakan dari organisasinya, dengan gurauan akhirnya Saya katakan Pedangnya Allah sambil ketawa berbarengan.

Sejenak saat itu diskusi kecil dan sambil berjalan menuju pintu keluar bandara, beliau sambil bercerita atas keberangkatannya dan berjalan mengelilingi Jawa Timur. Bahwa negara ini carut marut sudah seharusnya
memakai konsep Islam akhirnya menjadi negara Islam. Sambil berjalan kami terus diskusi dan langsung saya katakan sebenarnya sebagai ummat Islam dapat bersyukur atas anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa atas kemerdekaan dan pedoman bangsa ini yakni Pancasila & UUD 1945 Asli.

Hal ini yang harus dipertahankan agar tidak menjadi porak poranda karena ini sudah menjadi final buatbangsa dan rakyat Indonesia. Langsung di jawab olehnya, siapa yang mengatakan final dan mengatakan mana yang benar, atas kebenaran agama atau manusia. Tanpa basa-basi saat itu langsung saya jawab, benar itu namun Tuhan tidak menginginkan
mudharot atas ummatnya, dan anda harus fahami kita harus yakini sebagaimana firman AlLAH SWT ; “Innaddiina’indallahil Islam
artinya sesungguhnya agama disisi Allah SWT adalah Islam.”

Tetapi anda sebagai ummat Islam jalankan atas keyakinan dan ke imanan yang dimiliki secara berkualitas baik vertikal dan horizontal itulah hubungan sebagai manusia dengan Tuhannya serta hubungan manusia dengan manusia lainnya. Anda harus ingat, mengapa ayat pertama di dalam kitab suci Al-Qur’an  tertulis “Bismillahirrohmaanirrohiim artinya dengan nama ALLAH SWT yang maha pengasih dan penyayang” mengapa bukan yang lain?, Sebagai makna hakiki bahwa yang namanya ALLAH SWT mengasihi dan berkasih-kasih kepada ummatnya serta menyayanginya sehingga diturunkan nabi Muhammad SAW adalah bagaimana prilaku dan akhlaq sangat mulia di muka bumi ini tetapi bukan memaksakan kehendak namun tunjukkanlah
sikap, tindakan dan prilaku sebagaimana ajaran & perbuatan Nabi Muhammad SAW sebagai orang yang dipercaya (al-amin), mempunyai akhlaq dan budi pekerti untuk diterapkan oleh ummat Islam itu sendiri. Dan sebagai contoh panutan serta suri tauladan bagi semua dan ummat yang lain.

Sejenak sambil berjalan beliau tiba-tiba ingin ke kamar kecil, dengan waktu terbatas anda juga harus fahami hadits Rasulullah SAW ; ‘man ‘arofa nafsahu faqod’arofa robbahu artinya kenalilah dirimu maka
kamu kenal dengan Aku (ALLAH) dan seterusnya anda harus ingat sejak tahun tujuh puluhan sampai dengan delapan puluhan
ummat Islam lebih kurangnya hampir 96% sedangkan sekarang antara tahun sembilan puluhan sampai dengan tahun duaribuan ini
lebih kurang mencapai 80%, maka timbul pertanyaan kemana yang 16% nya?…
Oleh sebab itu ummat Islam sudah seyogyanya retrospeksi, instropeksi dan mengkaji secara dalam mulai dari ulamanya, pakar & ilmuwan Islam, organisasi-organisasi Islam dan pemuda-pemudi Islam yang bukan hanya terus berputar-putar dengan persoalan-persoalan sempit apalagi sampai memusuhi antara ummat Islamnya sendiri walaupun da’wah terus dilanjutkan
dan diluruskan akan tetapi bagaimana peran ummat Islam menjaga Aqidahnya sendiri yang kuat maupun mencarikan jalan keluar bagi ummat Islam lainnya supaya tidak selalu terjebak dengan peran sesaat atas yang diperolehnya, secara tidak sadar akhirnya meninggalkan agama Islam.

Walaupun demikian ummat Islam bukan harus marah, membenci dan berbuat keji kepada ummat agama lain melainkan berilah siraman ketulusan hati dan budi pekerti yang sesungguhnya maupun berarti untuk terus saling menyayangi yang tiada henti sebagaimana apa yang terjadi atas jati diri, siapa lagi kalau bukan Nabi besar Muhammad SAW.

Tanpa terasa kawan tersebut berlari menuju kamar kecil dan akhirnya kami pisah dengan sendirinya, maha benar Allah atas segala firman-Nya.
Semoga!

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Budi Pekerti Islam Yang Lebih Utama"