Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

BRTI: Jaringan Telekomunikasi di Surabaya Siap Layani Arus Mudik

08 Jun 2017 // 06:11 // EKONOMI
Perwakilan Kementrian Kominfo, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), perwakilan Pemerintah Daerah, serta operator telekomunikasi Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, H3I, Smartfren dan STI, saat konferensi pers di Surabaya, Rabu (7/6).

Perwakilan Kementrian Kominfo, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), perwakilan Pemerintah Daerah, serta operator telekomunikasi Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, H3I, Smartfren dan STI, saat konferensi pers di Surabaya, Rabu (7/6).

SURABAYA (suarakawan.com) – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memastikan kesiapan jaringan operator telekomunikasi di Surabaya untuk melayani peningkatan serta pergerakan trafik telekomunikasi, khususnya saat arus mudik, hari raya, dan arus balik lebaran. Hal ini seperti ditegaskan Komisioner BRTI, Muhammad Imam Nashiruddin.

“Dari hasil uji petik, secara keseluruhan menunjukkan hasil yang baik dan dinyatakan bahwa jaringan telekomunikasi seluler di Surabaya dinyatakan siap melayani arus mudik, lebaran dan arus balik tahun 2017,” ujarnya dalam konferensi pers yang mengusung tema “Evaluasi Kesiapan Jaringan Telekomunikasi untuk Melayani Arus Mudik dan Idul Fitri 1438H/2017” ini dihadiri oleh perwakilan Kementrian Kominfo, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), perwakilan Pemerintah Daerah, serta operator telekomunikasi Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, H3I, Smartfren dan STI, Rabu (7/6).

Pengujian kesiapan jaringan di Surabaya, kata dia, dilakukan menggunakan metode ‘static test’ pada titik yang diperkirakan padat pemudik, antara lain Terminal 1 dan 2 Bandara Juanda untuk Moda Pesawat Terbang, Pelabuhan Tanjung Perak untuk Moda Angkutan Laut, Terminal Bus Bungurasih dan Osowilangun serta Stasiun Kereta Api Gubeng dan Pasar Turi untuk Moda Angkutan Darat.

Lebih lanjut Imam mengungkapkan, pengujian dilakukan melalui empat hal. Pertama kualitas layanan telepon seperti tingkat keberhasilan panggil, kegagalan panggilan, kualitas suara serta lama waktu sambung.

Kedua, kualitas layanan pesan singkat dengan menggunakan parameter uji seperti tingkat keberhasilan pengiriman dan lama pengiriman pesan singkat, dan ketiga kualitas layanan internet yang akan diuji dengan menggunakan parameter seperti kecepatan rata-rata unduh, tingkat keberhasilan unduh.

Keempat, dilihat kualitas cakupan mobilitas yang akan diuji dengan menggunakan parameter kualitas sinyal seluler di sepanjang rute jalan-jalan utama kota Surabaya.

“Selain Surabaya, pengujian juga dilakukan serentak di beberapa kota lainnya di antaranya Batam, Jakarta, Balikpapan, Semarang, Lampung, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar dan Padang, dengan hasil yang sama,” imbuhnya.

Untuk memastikan kesiapan fasilitas pendukung mudik, BRTI juga melakukan kunjungan ke operator seluler dan operator telekomunikasi lainnya. Pada kunjungan tersebut dilakukan pengecekan fasilitas-fasilitas yaitu pelayanan pelanggan & call center, distribusi voucher, network operation center (command center), disaster recovery management, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Melalui pengujian jaringan maupun fasilitas pendukung tersebut, diharapkan performansi jaringan dapat terpantau dengan baik, sehingga para operator telekomunikasi mampu melayani pelanggan dengan tetap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan dan pergerakan trafik saat arus mudik, hari raya, dan arus balik lebaran tahun 2017,” pungkasnya. (bng1/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini