Briptu Eko Dituntut 12 Tahun, Pasal Pembunuhan Dihilangkan

SIDOARJO (suarakawan.com) – Sidang kasus penembakan Riyadhis Solikin yang dilakukan Briptu Eko Ristanto mantan anggota reskrim polres Sidoarjo kembali digelar di pengadilan negeri Sidoarjo, Senin (27/02).

Dalam sidang kali ini yang mengagendakan tentang tuntutan terhadap terdakwa Briptu Eko. Tuntutan yang dibacakan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) Darwati, Hari Wibisono dari Kejati Jatim ddan Bambang Jumanto dari Kejari Sidoarjo. Mereka menganggap bahwa terdakwa Briptu Eko telah terbukti secara sah melanggar pasal 338 jo 354 ayat 2 jo 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia dan terdakwa Eko pantas dihukum selama 12 tahun penjara.

Darwati juga menambahkan bahwa senjata Eko harus dikembalikan ke polres Sidoarjo.

Sementara itu Sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo yang dipimpin oleh hakim ketua Bachtiar Sitompul dijaga sangat ketat oleh aparat kepolisian dari polres Sidoarjo, serta dihadiri oleh puluhan warga dari Desa Sepande, Sidoarjo.

Sekedar diketahui, Riyadhis Solikin guru ngaji tewas setelah ditembak oleh Briptu Eko Ristanto, karena korban Riyadhis menyenggol teman tersangka Briptu Widyanto.(dik/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Briptu Eko Dituntut 12 Tahun, Pasal Pembunuhan Dihilangkan"