BRI Minta Karyawan Pensiunan Tunjuk Pihak yang Berkompenten

SURABAYA (suarakawan.com) – Setelah adanya demo dari ratusan karyawan pensiunan BRI di Jatim di depan Gedung negara Grahadi, Selasa (19/03), Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meminta kepada pensuinan diminta agar menunjuk pihak yang kompenten dalam menyelesaikan masalah ini.

Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali saat di Bank BRI Tower hari ini mengatakan, manajemen mempersilahkan pensiunan BRI menunjuk Pihak yang Berkompeten di bidang Ketenagakerjaan atau Aktuaris yang Independen guna membahas hal-hal yang dipermasalahkan.

“Ini menunjukkan bahwa BRI mengedepankan prinsip kekeluargaan dan dialog dalam hal ini,” paparnya.

BRI sebelumnya telah melakukan analisa dan penilaian yang mendalam dan menyeluruh atas kebijakan serta manfaat pensiun yang telah diterima oleh para pensiunan saat ini.

BRI dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 167, menghasilkan perhitungan atau perbandingan pesangon dengan manfaat pensiun (uang pensiun) dalam 3 (tiga) kondisi hasil yang berbeda.

“Yakni, jumlah uang pensiun yang diterima lebih kecil dari pesangon (uang pensiun dan pesangon), maka selisih kekurangannya (kompensasi) akan dibayar oleh BRI. Kedua, jumlah uang pensiun yang diterima sama dengan pesangon (uang pensiun = pesangon), maka tidak ada kewajiban bagi BRI untuk membayarkan kompensasi kepada pensiunan. Ketiga, jumlah uang pensiun yang diterima lebih besar dari pesangon (uang pensiun dan pesangon), maka atas kelebihan tersebut tidak perlu dikembalikan oleh para pensiunan dan merupakan penghargaan perusahaan bagi para pensiunan,” paparnya.

Sebelumnya, sekitar 500 orang pensiunan BRI wilayah Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pensiunan BRI Perjuangan wilayah Jawa Timur melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Plaza BRI, jalan Basuki Rahmat Surabaya, Selasa (19/03). (aca/era)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "BRI Minta Karyawan Pensiunan Tunjuk Pihak yang Berkompenten"