BPOM Waspadai Makanan Tak Berstandart

Tidak ada komentar 16 views

waspadai makanan kaleng yang tak standar

SURABAYA (suarakawan.com) – Pada momen mendekati lebaran 2011 mendatang, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya, akan semakin ketat dalam melakukan pemantauan dan pengawasan di beberapa toko maupun swalayan di Surabaya.

Menurut  Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Konsumen BPOM Surabaya, Endang Widowati, hal ini sebagai upaya untuk menekan penjualan produk-produk yang tidak berstandart,  seperti kadaluarsa, tidak berlabel bahasa Indonesia, dan tidak terdapat regrestasi dari BPOM.

“Memang penjualan produk produk yang tidak berstandar biasanya akan marak pada menjelang hari hari besar seperti natal dan lebaran idul fitri,” terang Endang, Sabtu (6/8).

Oleh sebab itu, lanjut Endang, pihaknya juga bekerja sama dengan Pemerintah kota untuk melakukan pengawasan. Dalam prakteknya ,Tim gabungan tersebut  di sebar di beberapa titik, dan jika mendapati ada beberapa toko maupun swalayan yang menjual produk-produk yang tidak memenuhi standart,maka akan dikenakan sanksi.

Sanksi sendiri ada bermacam-macam jenisnya. Jika ditemukan barang kadaluwarsa maka harus dimusnahkan di tempat. Namun, lanjut Endang, jika pelanggarannya adalah label tidak ada bahasa Indonesianya maka harus diganti labelnya sehingga konsumen bisa mengerti apa saja isinya.

Sebenarnya, lanjut Endang, setiap bulan BPOM sudah melakukan pengawasan, namun jelang lebaran idul Fitri akan lebih mengintensifkan pemantauan.
Sementara hasil pemantauan saat ini menurutnya belum bisa diketahui karena baru bisa diketahui pada tanggal 16 Agustus 2011 mendatang, bersamaan laporan berkala dari tim gabungan.

Namun dari pantauan yang dilakukannya,  belum banyak yang membuat parsel di awal Ramadan maupun toko yang menjual mamin kadaluarsa. (Bs/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "BPOM Waspadai Makanan Tak Berstandart"