Bos Cukrik yang Bunuh 14 Orang Akhirnya Diringkus Polisi

SURABAYA (suarakawan.com)-Buronan polisi atas kasus minuman keras (miras) jenis cukrik, akhirnya berhasil dibekuk. Pelaku adalah Budi Utomo (52) warga Jl. Kutai II No. 23-A yang dibekuk di kawasan Sragen, Jawa Tengah, saat mengangkut miras jenis cukrik yang sudah dalam kemasan.

Petugas juga membekuk Doni Wira Nugroho (35), warga Nusa Peninda Madiun yang disebut-sebut sebagai perantara miras yang dijual Budi. Budi ditangkap terkait dengan 14 orang yang mati akibat meminum miras (minuman keras) cukrik oplosan, berakhir sudah.

“Budi saat ditangkap, baru saja kulakan miras di kawasan sukoharjo Jateng dan bermaksud menyimpannya di Bojonegoro. Rencananya akan dipasarkan ke daerah Surabaya,” ungkap Kombes Pol Setija Junianta, Kapolrestabes Surabaya, Minggu (6/10).

Pengakuan tersangka, untuk yang produksi Sukoharjo, belum sempat dipasarkan dan rencananya, dari sana, sudah dikemas dalam botol ukuran 600 ml dan 1,5 liter. Sebelumnya, tersangka mengaku kulakan cukrik secara literan baru kemudian dioplos dan dikemas di Surabaya.

Dari kedua tangan tersangka, anggota Jatanum pimpinan Iptu MS Fery, berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit mobil Suzuki APV nopol S 1457 JE yang memuat sejumlah 30 dos (360 botol) miras cukrik. Barang bukti ini melengkapi barang bukri yang diamankan dari gudang di Jl. Kutai II dimana polisi mengamankan 41 Dos besar, 23 Dos kecil, 21 jirigen, 20 jirigen kosong dan 368 botol kosong. (sk)

 

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Bos Cukrik yang Bunuh 14 Orang Akhirnya Diringkus Polisi"