Bom Cirebon Diduga Terkait Jaringan Aceh dan Medan

JAKARTA – Kendati terduga pelaku bom Cirebon adalah orang lokal, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menduga aksi bom bunuh diri itu terkait dengan jaringan besar yang sering melakukan aksi teror di Indonesia. Jaringan besar itulah yang melakukan aksi-aksi teror selama ini. Seperti rangkaian teror bom buku yang dikirimkan ke sejumlah tokoh di Jakarta.

“Itu semua satu jaringan. Bom buku, kasus (pelatihan terorisme) Aceh, kasus (perampokan Bank CIMB) Medan dan teror bom di Klaten,” kata Kepala BNPT, Inspektur Jenderal Polisi Ansyaad Mbai kepada¬†Tempo, Minggu (17/4).

Pertengahan Maret lalu, rangkaian teror bom berbentuk buku terjadi di Jakarta. Bom buku dikirimkan ke sejumlah tokoh seperti aktivis Jaringan Islam Liberal yang juga kader Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla, Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Gories Mere, Ketua Pemuda Pancasila Yapto Soeryosumarno dan musisi Ahmad Dhani.

Bom juga ditemukan dan meledak di kompleks perumahan Kota Wisata, Cibubur yang berdekatan dengan kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas. Namun pelaku rangkaian teror bom yang terjadi Maret lalu itu hingga kini belum tertangkap.

Menurut Ansyaad, meski aksi teror di berbagai tempat dilakukan oleh kelompok-kelompok yang berbeda, jaringan di belakang mereka adalah sama. “Jangan dilihat kelompok per kelompok. Kelompok kecilnya bisa berbeda, tetapi pasti ada tokoh di belakang kelompok itu yang terkait dengan jaringan induknya,” ujarnya. “(Aksi teror) Itu ada kaitannya semua. Dari Mainstream yang sama.”

Sebuah bom diledakkan saat salat Jumat di Masjid Al-Dzikra, kompleks kantor Kepolisian Resor Kota Cirebon, 15 April lalu. Polisi menduga peledakan tersebut merupakan aksi bunuh diri. Insiden itu melukai sedikitnya 26 polisi, termasuk Kapolres Cirebon Kota, Ajun Komisaris Besar Herukoco. Seorang yang tewas diduga pelaku peledakan bom bunuh diri.

Kepolisian menyatakan identitas seseorang yang tewas itu hampir dipastikan bernama Muhammad Syarif, warga lokal Cirebon berusia 25 tahun. “Sembilan puluh persen identitas pelaku teridentifikasi,” kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Suparni Parto. “Sisanya tinggal memastikan melalui tes DNA dengan anggota keluarganya yang sudah dibawa ke Jakarta.” (ti/ara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *