Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Bocah Tia Diculik di PGC, Ini Kronologisnya

20 Jul 2015 // 20:00 // HEADLINE, HUKUM & KRIMINALITAS, Orang Hilang

tia

JAKARTA (suarakawan.com) – Cintya Hermawan, seorang bocah perempuan dilaporkan hilang diculik di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur. Peristiwa itu terjadi sehari usai Lebaran, yaitu 18 Juli 2015.

Orangtua korban, Ridwan (30) menuturkan kronologis hilangnya sang buah hati yang biasa disapa Tia itu. Peristiwa memilukan itu berawal saat bocah 6 tahun itu meminta bermain di lantai 3A di pusat perbelanjaan tersebut.

“Saya tanggal 18 Juli kemarin sudah buka toko. Lepas tidur siang anak saya minta main ke tempat permainan anak di lantai 3A sekitar jam 17.00 WIB,” ujar Ridwan, seperti diberitakan Senin (20/7).

Namun hingga petang hari, Tia tak kunjung kembali. Ridwan pun kemudian mencarinya hingga toko tutup.

“Menjelang magrib saya curiga, anak saya enggak balik-balik. Sampai toko tutup, saya cari-cari. Saya sempat lapor ke security PGC. Atas sarannya saya suruh lapor ke Polsek Kramat Jati. Langsung diproses,” kisah Ridwan.

“Besoknya saya penasaran. Untuk langsung dibantu security, dikasih rekaman CCTV, baru tahu anak saya diculik,” imbuh Ridwan.

Ia menduga sang penculik telah mengajak anaknya bicara. Putri kesayangannya itu dikenal sebagai sosok yang aktif dan pintar.

“Anak saya diajak bicara. Cintya itu aktif dan pintar, pasti orang itu nanya-nanya, terus dijawab sama Cintya. Dia itu bawa duit Rp 10.000 buat beli koin mainan, terus habis, mungkin ditawari, tapi sebenarnya Cintya enggak pernah mau,” jelas Ridwan.

Ia berharap putri pertama dari dua anaknya, yang berciri rambut pirang dan kulit sawo matang itu dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

“Saya meminta semua pihak, baik polisi dan media bisa bantu anak saya. Saya bingung, dia biasanya nyusu, sekarang tidur di mana, khawatir saya sebagai orangtua,” simpul Ridwan. (lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini