BNP2TKI : Pekerja Sektor formal Lebih Terjamin dan Dilindungi Hukum

BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayar (tengah) menyaksikan wagub Syaifullah Yusuf memukul gong

SURABAYA (suarakawan.com) – Saat ini keberadaan TKI sektor formal lebih terjamin dan terlindungi oleh hukum karena memiliki keterampilan yang cukup dibanding TKI sektor informal.

“Perlindungan TKI formal itu  ibaratnya kalau di DPR seperti sidang paripurna yang terlindungi,” ujar kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayar saat ditemui usai peninjauan stan Job Fair di Balai Pemuda Surabaya, Selasa (19/07).

Dikatakannya, Pemerintah menargetkan dapat menempatkan TKI formal ke luar negeri. Saat ini 65 persen dari sekitar enam juta TKI di lebih 40 negara merupakan TKI informal atau penata laksana rumah tangga.

Menurutnya, TKI informal cenderung terisolasi karena bekerja 24 jam saehari di dalam rumah pengguna atau majikan dan tidak mengetahui dunia luar. Selain itu, katanya, hubungan kerja subyektif pada lebih dari berbagai pengguna (majikan). “Mereka diperintah oleh anak, istri, saudara majikan,” katanya.

TKI informal, katanya, juga tidak dijamin oleh undang-undang perburuhan karena aturan itu tidak ada. “Peraturannya hanya sampai `pagar rumah` tidak bisa masuk,” tuturnya.

Oleh karena itu, katanya, pemerintah berusaha meningkatkan jumlah TKI formal karena kontrak kerja jelas, terlindungi oleh undang-undang, dan gajinya pun lebih besar. Untuk meningkatkan jumlah TKI formal itu, katanya, pemerintah gencar mencari peluang kerja di luar negeri dan menyelenggarakan bursa kerja di berbagai daerah untuk menjaring peminat. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "BNP2TKI : Pekerja Sektor formal Lebih Terjamin dan Dilindungi Hukum"