BNN Targetkan Indonesia Bebas Narkoba 2015

Kasubdit deputi pencegahan BNN Edhie Mulyono saat memberi arahan ke SKPD tentang Bahaya narkoba

SURABAYA (suarakawan.com) – Penetrasi narkoba saat ini semakin marak dan tidak mengenal pandang bulu baik pada tingkat pendidikan, status sosial, ekonomi maupun usia.

Hal ini ditegaskan oleh kasubdit instansi pemerintah direktorat advokasi deputi pencegahan BNN Edhie Mulyono, saa ditemui usai acara sosialisasi bahaya narkotika ke SKPD Se Jatim, di Hotel Sun City Sidoarjo, Kamis (28/07).

Dikatakannya, berdasarkan hasil survei Badan Narkotika Nasional bekerjasama dengan pusat penelitian kesehatan universitas Indonesia tahun 2008, prevalensi penyalahguna narkoba di indonesia sebesar 1,99% dari penduduk Indonesia berumur 10-59 tahun atau sekitar 3,6 juta orang. Dan prevalensi tersebut diproyeksikan naik menjadi 2,21%  pada tahun 2015.

“Apabila tidak dilakukan upaya-upaya penanggulangan yang komprehensif, akan meningkat menjadi 2,8% atau setara dengan 5,1 juta orang, malah narkotika ini di ibaratkan seperti gunung ES yang kadang naik dan kadang turun” ungkapnya.

Maka itu ia berharap kepada semua stakeholder agar peningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dan yang tidak kalah pentingnya mempunyai komitmen yang tinggi untuk dapat berperan serta dalam menyebarluaskan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

“ Kami ingin perlunya koordinasi antar pihak pemerintah dan swasta dalam memberantas narkoba, sehingga pada 2015 nanti Indonesia benar menjadi negara yang bebas narkoba seperti harapan dari Wapres Indonesia dan BNN,”harapnya. (aca/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *