BMKG: Supermoon Diperkirakan Akibatkan Banjir Rob

SURABAYA – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Perak menyatakan munculnya Supermoon atau yang bisa disebut lunar perigee, yakni bulan berada pada posisi terdekat dangan bumi, sehingga berakibat terjadinya banjir Rob di sejumlah dataran.

Fenomena Supermoon yang terjadi setiap 18 tahun sekali ini bakal terulang di tahun ini tepatnya pada hari ini Sabtu 19 Maret 2011.

Akibat fenomena itu air laut akan pasang di saat jarak terdekat antara bulan dan bumi mencapai ketinggian maksimum.

“Fenomena Super Moon yang dikabarkan mulai 19 hingga 20 Maret 2011 itu berpengaruh pada pasang surut air laut, namun kondisi tersebut tidak menyebabkan tinggi gelombang di lautan. Gelombang itu penyebabnya angin,” kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG Maritim Perak, M. Effendi, ST, saat dihubungi suarakawan.com, Sabtu(19/3).

Kemungkinan terjadinya pasang surut air laut dampak dari fenomena Supermoon itu, di antaranya kawasan Surabaya Timur mulai Kenjeran, Gedangan Sidoarjo hingga Pasuruan mengalami ketinggian pasang antara 110 hingga 130 cm di atas Mean Sea Level (MSL).

“Selama 3 hari mulai tanggal 20 hingga 22 Maret ketinggian air laut mencapai 130 cm di atas MSL. Hari ini 19 Maret tinggi pasang hanya berada di ketinggian 110 cm di atas MSL. Tanggal 23 Maret turun di ketinggian 120 cm di atas MSL,” ujar Effendi.

Ia meminta kepada masyrakat untuk tidak panik atas fenomena alam tersebut, karena merupakan hal biasa dan tidak ada pengaruhnya dengan cuaca. (ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "BMKG: Supermoon Diperkirakan Akibatkan Banjir Rob"