Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

BMKG Deteksi 18 Titik Panas di Sumatera

19 May 2017 // 23:45 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

merapi

PEKANBARU (suarakawan.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 18 titik panas yang mengindikasikan potensi kebakaran hutan dan lahan di lima provinsi di Sumatera, Jumat, 19 Mei 2017.

“Ke-18 titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen terdeteksi di Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Jumat (19/5).

Slamet menjabarkan, ke-18 titik panas yang dideteksi melalui pencitraan Satelit Terra dan Aqua pada Jumat pagi yakni 7 titik di Jambi, serta 4 titik masing-masing di Riau dan Sumatera Selatan. Di Sumatera Barat ada 2 titik panas dan satu titik panas lainnya di Kepulauan Riau. Sementara itu, 4 titik panas di Provinsi Riau masing-masing tersebar di Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hulu, Pelalawan, dan Siak.

“Dari empat titik panas di Riau tidak ada yang terdeteksi sebagai titik api atau indikasi kuat adanya kebakaran dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen,” jelasnya.

Keberadaan titik-titik panas di Riau dan Sumatera hari ini merupakan yang terbanyak dalam sepekan terakhir. BMKG sebelumnya menyatakan Provinsi Riau mulai memasuki musim kemarau pada pertengahan hingga akhir Mei 2017. Kemarau diprediksi akan terus berlangsung hingga beberapa bulan mendatang.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya resmi memperpanjang status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan hingga November 2017 setelah berakhir pada 30 April lalu. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger telah menginstruksikan kepada jajaran satuan tugas kebakaran hutan dan lahan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau keberadaan titik-titik panas tersebut.

Hingga pagi ini petugas masih terus memetakan wilayah dengan titik-titik panas tersebut. Mayoritas dari petugas yang tergabung dalam satuan tugas siaga darurat Karhutla Riau menyatakan belum terpantau adanya kebakaran hutan maupun lahan di titik panas itu. (tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini