Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Blusukan ke Pasar di Jombang, La Nyalla Dicurhati Pedagang Kecil

14 Jul 2017 // 18:19 // HEADLINE, PILKADA

IMG-20170714-WA0007

JOMBANG (suarakawan.com) – La Nyalla Mahmud Mattalitti yang akan mencalonkan sebagai gubernur di Pilkada Jatim 2018, terus melakukan konsolidasi dengan para relawan dan pendukungnya. Pengusaha sukses di Jatim itu melakukan konsolidasi di Jombang, Jumat (14/7).

Di Jombang, La Nyalla juga mengunjungi Pasar Citra Niaga (Pasar Legi). Blusukan La Nyalla di pasar tradisional itu, disambut antusias para pedagang. Kesempatan langka ini dimanfaatkan oleh La Nyalla untuk berbincang dengan para pedagang kecil.

Dalam dialog santai itu, La Nyalla dicurhati para pedagang kecil. Mereka  menyampaikan uneg-unegnya yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

“Kami ini pedagang kecil selama ini kurang diperhatikan, Pak. Cari modal sulit. Kalau pun ada, bunganya tinggi. Inginnya kami dilindungi. Jangan sampai digusur,” ujar salah seorang pedagang.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin)  Jatim ini dengan telaten menjawab keluhan para pedagang. Dia mengakui selama ini keberpihakan ke pedagang kecil masih setengah-setengah. Infrastruktur pasar tidak ditata dengan baik.

Ritel-ritel modern bisa dengan mudah menggerus kue ekonomi para pedagang kecil.

“Saya pernah di-SMS pedagang kecil, toko kelontong kecil. Omzetnya anjlok gara-gara dihajar ritel modern. Akhirnya bangkrut,” katanya.

Nasib tragis tersebut banyak dialami pedagang kecil lainnya. “Maka ke depan harus ada keberpihakan. Keberpihakannya harus total, dari hulu ke hilir. Dari hulu ada modal, ada pelatihan produk. Di hilir ada pengemasan, pemasaran, dan sebagainya. Negara harus hadir. Pemerintah Provinsi Jatim harus hadir membela mereka,” ujarnya.

La Nyalla berharap dengan visi “keadilan sosial harga mati untuk Jawa Timur lebih makmur” yang dimiliki, semua program berbasis pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Dia tahu bagaimana susahnya jadi pedagang kecil, karena dirinya memulai bisnis memang dari nol, pernah bangkrut, pernah dikejar-kejar orang karena punya utang.

“Semua pahitnya bisnis sudah saya telan. Jadi saya benar-benar merasakan pedihnya pedagang kecil. Ke depan mereka harus diangkat derajatnya. Saya sudah punya program penguatan pedagang kecil yang komprehensif, dari hulu ke hilir,” ungkapnya. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini