Bintang Porno Ini Dikabarkan Pernah Jadi Selingkuhan Trump

WASHINGTON DC (suarakawan.com) – Pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah bahwa kliennya pernah memiliki hubungan seksual dengan seorang bintang porno.

Bantahan itu ia keluarkan menyusul laporan dari Wall Street Journal pada Jumat (12/1), yang menyebut bahwa pengacara Trump memfasilitasi pembayaran sejumlah uang kepada seorang aktris porno agar tidak buka mulut alias bungkam.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN, Michael Cohen, pengacara pribadi Trump, mengatakan kliennya membantah tuduhan [hubungan seksual] itu, namun tidak menyinggung soal tudingan pembayaran.

Cohen disebut membayar US$130 ribu (setara Rp1,7 miliar) kepada Stephanie Clifford, yang memiliki nama panggung “Stormy Daniels”. Pembayaran itu dilakukan pada Oktober 2016, sebulan sebelum pemilihan umum presiden AS pada November 2016.

“Rumor ini sudah ada sejak 2011,” ujar Cohen dalam pernyataan kepada CNN. “Presiden Trump sekali lagi sangat membantah kejadian semacam itu, juga Daniels.”

Cohen sendiri saat ini tak lagi berhubungan dengan Trump, sebagai akibat investigasi soal keterlibatan Rusia dalam pemilu AS yang ikut melibatkan Cohen.

Sementara itu, Gedung Putih juga ikut membantah rumor tersebut.

“Ini adalah laporan lama, yang beredar lagi, yang dipublikasikan dan sudah dibantah sebelum pemilu,” tulis pernyataan Gedung Putih.

Dalam pernyataan yang juga disampaikan Cohen, Daniels juga menyampaikan bantahan.

“Keterlibatan saya dengan Donald Trump hanya terbatas kemunculan di publik dan tidak lebih,” tulis Daniels pada 10 Januari lalu. “Ketika saya bertemu Donald Trump, ia sangat ramah, profesional, dan dia baik keada saya dan semua orang yang ada saat itu. Rumor soal saya menerima uang tutup mulut dari Donald Trump sepenuhnya salah. Jika memang saya memiliki hubungan dengan Donald Trump, percayalah, Anda tidak akan membacanya di berita, namun di buku saya. Namun faktanya, cerita ini tidak benar.”

Dua sumber di ABC News mengatakan kepada CNN bahwa Daniels melakukan kontak dengan produser acara “Good Morning America” ABC pada musim gugur 2016 terkait dengan rencana wawancara, dan dijadwalkan akan berbicara soal Trump. The Daily Beast pada Jumat juga melaporkan bahwa Daniels punya rencana wawancara dengan mereka, namun kemudian ia membatalkan hanya beberapa hari sebelum pemilu 2016.(cnn/rur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *