Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Billy Tjiong Berbagi Tips Merawat Busana Mewah

15 Nov 2016 // 10:52 // FASHION, HEADLINE

images

JAKARTA (suarakawan.com) – Perancang busana Billy Tjiong berbagi tip bagaimana merawat dan menyimpan pakaian mewah, khususnya gaun dan kebaya. Billy Tjong mengatakan busana couture yang bertabur kristal dan payet atau material berat lainnya, sebaiknya jangan terlalu sering dicuci.

“Cara pengeringannya jangan digantung, karena kainnya bisa melar akibat menahan beban,” kata Billy Tjiong. Adapun penyimpanan busana seperti ini, menurut dia, sebaiknya dipakaikan pada manekin. Jika tidak ada, Billy Tjiong menyarankan pakaian itu dilipat dan dibungkus kertas roti, lalu diletakkan di dalam kotak berisi silica gel.

Untuk kain dengan material berat, seperti wool, Billy menyarankan agar dicuci dengan tangan. Cukup menggunakan sampo bayi dan jangan diperas. Keringkan dengan cara diangin-anginkan. Jangan menggunakan mesin cuci karena bisa menyusut.

Langkah yang harus dilakukan saat mencuci, menjemur, dan menyimpan pakaian:
1. Saat mencuci, pisahkan pakaian berdasarkan warna: putih, warana cerah, dan warna gelap.
2. Cuci dan jemur pakaian berwarna dalam keadaan terbalik, bagian dalam di luar.
3. Jemur pakaian tidak langsung terpapar sinar matahari.
4. Khusus kain sutra, cuci dengan tangan dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.
5. Sesuaikan panas setrika dengan jenis kain yang akan disetrika.
6. Cuci dengan tangan kebaya brokat tanpa payet, lalu angin-anginkan. Simpan dengan cara digantung.

Pantangan:
1. Jangan menyemprotkan parfum secara langsung pada pakaian berbahan sutra.
2. Kebaya dengan payet harus dicuci dengan tangan, dikeringkan dengan diangin-anginkan tetapi jangan digantung. Simpan dengan cara dilipat
3. Pakaian dari bahan wool wajib dicuci dengan tangan dan sabun khusus kain wool, dengan air dingin. Jangan diperas, dan hanya boleh diangin-anginkan tanpa digantung
4. Jangan mengabaikan simbol-simbol pemeliharaan produk (termasuk teknik pencucian, pemakaian suhu air, pemutihan, dry clean, putaran mesin, dan penyetrikaan) yang tertera pada busana.

Dosen Bidang Fashion Fabric di Binus Northumbria School of Design (BNSD) dan ESMOD Jakarta, Nurul Akriliyati menjelaskan teknik perawatan kain adalah hal yang sangat krusial dalam mempertahankan keindahan busana. Saat mencuci, biasakan membedakan baju berdasarkan warna putih, warna gelap, dan warna terang.

“Busana tidak boleh dicuci dengan mesin, tetapi harus manual,” katanya. “Kain sutra harus dirawat ekstra hati-hati karena seratnya lebih rapuh, demikian pula dengan kain lace; jangan terlalu sering di-dry clean karena bisa membuat seratnya melar.”

Dia juga menyarankan agar menghindari penggunaan deterjen yang mengandung senyawa alkali karena dapat memudarkan material serat alami seperti sutra. Hindari juga penggunaan pemutih pada serat alam karena dapat mengubah tekstur dan warna bahan.(tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini