Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Biaya Utang Indonesia Turun, Ini Sebabnya

04 Sep 2017 // 20:07 // EKONOMI, HEADLINE

sri

JAKARTA (suarakawan.com) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan jika biaya pinjaman utang menjadi lebih murah setelah tiga lembaga internasional memperbaiki rating Indonesia. Ketiga lembaga tersebut adalah Fitch Rating, Moody Service, serta Standard and Poors (S&P).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, biaya yang lebih murah itu ditunjukkan dengan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) yang turun. Meski begitu justru minat investasi di Indonesia semakin lebih baik dengan adanya perbaikan peringkat bagi Indonesia.

“Ini perjuangan panjang dari pemerintah sebelumnya, sehingga kenaikan S&P menjadi komplit. Ini artinya dengan tiga pemeringkat ini ada potensial dana investasi yang selama ini tidak masuk ke RI dengan status tiga rating ini mereka mampu dan sekarang masuk,” ujarnya di Komisi XI, DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/9).

Dirinya menambahkan, selama ini investasi dari luar negeri harus didukung oleh tata kelola dari negara tujuan investasi yang baik. Dengan begitu, Sri Mulyani menyebutkan jika para investor akan konservatif mencari surat berharga yang sudah mendapat tiga rating itu.

“Dengan tiga layak investasi kita bisa menekan imbal hasil SUN kita, SUN 5 tahun turun 50 basis poin (bps), SUN 10 tahun turun 0,3 persen atau 30 bps, SUN 15 tahun bahkan mendekati 70 bps, dan 20 tahun turun 43 bps,” jelas dia.

Bukan hanya bagi SUN dalam mata uang rupiah, ternyata penurunan imbal hasil juga terjadi bagi SUN dalam mata uang valuta asing (valas). Dirinya menjelaskan jika capaian ini adalah hal yang baik karena menggambarkan kredibilitas maupun kemampuan mengelola utang negara yang semakin baik.

“Kemudian, SUN dalam valas kita menekan 21 bps untuk 10 tahun dan 26 bps untuk 30 tahun. Ini artinya apa kalau SBN Domestik dengan peningkatjkan investment grade kita dapat Rp2,47 triliun per tahun biaya lebih kecil untuk SBN rupiah,” pungkasnya.(mtv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini