Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Berkunjung ke Masjid Sarang Radikalisme

30 May 2017 // 16:15 // CAHAYA RAMADHAN

Radikalisme di Masjid Salman, pandangan mata Priyatna, alumni Arsitektur ITB

Kemarin saya menyempatkan diri Isya dan Tarawih di Masjid Salman ITB. Masjid yang menurut Ketua PBNU Said Aqil Siradj merupakan sarangnya bibit radikalisme. Makin penasaran saya untuk tarawih disini.

Ternyata ujaran tokoh itu tidak meleset. Begitu masuk temaram masjid karya pak Achmad Noeman ini aura radikalisme sudah terasa. Shaf sudah hampir penuh, waktu Isya masih lama. Hanya anak muda radikal yang datang di awal waktu.
Dan hampir semua anak muda ini sibuk. Ada yang sedang membuka laptop, ada yang wajahnya bercahaya karena membaca qur’an dari android. Ada yang membawa mushaf kecil. Suara lantunan quran terdengar merata di seluruh ruangan. Ini baru malam pertama. Hanya anak muda radikal yang tidak menyianyiakan ramadhannya dan lebur dengan Al Quran.

Waktunya ceramah tidak kalah radikalnya. Ramadhan adalah waktunya berbuat kebaikan. Gerbong kebaikan ini akan berangkat menuju tujuannya. Dengan atau tanpa kita ikut di dalamnya. Merinding saya mendengarnya pak Syarif Hidayat pembina YPM Salman ini benar benar memotivasi jamaah secara radikal, untuk melawan musuh kita sebenarnya yang tahu persis kelemahan dan kelebihan kita, yaitu setan. Hanya anak muda radikal yang berani melawan setan.

Waktunya shalat dengan formasi 443. 4 rakaat x 2 dengan langgam Bayati yang syahdu dari Syihabuddin mahasiswa desain produk 2015, ditutup dengan 3 witir dengan alunan langgam jiharkah yang merdu. Hanya masjid radikal yang memberikan tempat di shaf terdepan untuk pembaca quran terbaik.

Ngeri juga kader kader radikal ini suatu saat akan menyebar mengembara ke seluruh penjuru negeri menebar kebaikan.

Radikal itu baik, radikal itu asyik, dan tidak ada hubungannya dengan kebencian, apalagi kekerasan.

Kalau sempat ke Bandung untuk sebuah acara buka puasa bersama. Makanlah dengan cepat, lalu sempatkanlah Isya dan tarawih di masjid Salman.

Apa yang dimaksud radikal oleh Said Agil Siradj di Masjid Salman seperti itu? Pemandangan dinamika anak2 muda mahasiswa yang penuh semangat mencintai agamanya dipersepsikan radikal?

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini