Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Berkas Perkara Ki Gendeng Dilimpahkan ke Kejati DKI

27 May 2017 // 09:26 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

IMG-20170522-WA0007

JAKARTA (suarakawan.com) – Polda Metro Jaya merampungkan penyidikan kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis dengan tersangka Ki Gendeng Pamungkas. Berkas perkara Ki Gendeng dilimpahkan ke Kajaksaan Tinggi (Kejati) DKI, hari ini.

“Berkasnya sudah dikirim,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, seperti diberitakan Sabtu (27/5).

Argo berharap berkas tahap satu ini segera diperiksa oleh Kejati DKI Jakarta. Apabila dinyatakan belum lengkap, maka kejaksaan akan mengembalikannya ke polisi.

“Kami tunggu penelitian jaksa, semoga segera P-21 (lengkap),” ucap Argo.

Ki Gendeng Pamungkas ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (10/5) lalu karena menyebarkan video yang menyudutkan suku tertentu di jejaring sosial YouTube, Twitter dan Facebook.

Pria yang dikenal sebagai paranormal itu dijerat Pasal 4 huruf b juncto Pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Ki Gendeng mengatakan tidak menyesal membuat video dan selebaran anti Cina itu.

Menurut Ki Gendeng, tujuan menyebarkannya video dan atribut bernuansa diskrminatif itu demi mengembalikan UUD 1945 sesuai ramalan Jayabaya.

“Ingin kembali ke UUD 1945 yang asli. Saya ini mempercayai Sabdapalon, nagih janji Serat Jayabaya,” kata Ki Gendeng. (cnn/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini