Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Berhadapan dengan Risma di Pilgub Jatim, Begini Reaksi Khofifah

12 Oct 2017 // 09:14 // HEADLINE, PILKADA

mensos10

JAKARTA (suarakawan.com) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini disebut-sebut bakal maju dalam pertarungan Pilgub Jawa Timur dari PDI Perjuangan. Kalau itu terjadi, maka Khofiah Indar Parawansa akan bertarung dengan Risma.

Kofifah mengaku santai kalau itu benar terjadi. Dia mengaku sejak lama sudah berkomunikasi dengan Risma.

“Saya berkawan sangat dekat dengan Bu Risma,” kata Khofifah di DPP Partai Nasional Demokrat.

Pertamanan Khofifah dan Risma sudah sejak lama dibangun, terutama saat putaran kedua pemilihan Wali kota Surabaya. Risma menyambangi kediaman Khofifah di Surabaya untuk meminta bantuan. Mengingat, Menteri Sosial itu basis pendukungnya sangat kuat di wilayah Nahdlatul Ulama (NU).

“Saya dikasih peta basisnya muslimat NU. Mbak ini di basis NU saya kedodoran tolong dong. Pada running second periode beliau humble,” beber dia.

Atas bantuan itu, Khofifah bilang elektabilitas Risma di putaran kedua pemilihan Wali Kota terbilang tinggi. Sampai sekarang Khofifah menyebut hubungannya dengan Risma terbilang harmonis.

Namun, ia sedikit tertutup ketika disinggung terkait hubungan di ranah politik. Menurut dia, komunikasi yang dibangun tak seperti politisi laki-laki yang terkesan blak-blakan. Karena perempuan, maka hubungan bisa dibilang lebih lembut.

“Dan itu tetap berjalan sesuai dengan proses demokrasi yang kualitatif. Itu komitmen kita bersama,” tandasnya. (mtv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini