Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Berangkat Kerja Pakai Taksi Konvensional, Ini Alasan Djarot

02 Jun 2017 // 11:37 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

djarot_jakartasatuco

JAKARTA (suarakawan.com) – Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 150 Tahun 2013 (Ingub Nomor 150 Tahun 2013) tentang penggunaan kendaraan umum bagi pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mewajibkan kepada seluruh pejabat dan pegawai agar dalam melaksanakan tugas ke tempat kerja. PNS diimbau menggunakan kendaraan umum dan dilarang menggunakan kendaraan bermotor pribadi baik roda empat maupun roda dua atau kendaraan dinas operasional perorangan atau jabatan. Ketentuan penggunaan kendaraan umum ini diberlakukan satu kali setiap bulan pada Jumat pekan pertama.

Oleh karena itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menggunakan taksi konvensional berwarna biru pada saat berangkat kerja ke Balai Kota. Ia berangkat menggunakan taksi dari rumah dinas Taman Suropati.

Djarot tiba di Balai Kota pada pukul 08.30 WIB. “Tadi mau naik motor sebetulnya. Nggak boleh sama ajudan, naik taksi saja katanya. Bahaya katanya gitu,” ujar Djarot di Balai Kota, Jumat (2/6).

Ia mengatakan sempat berbicara dengan sopir taksi tersebut. Taksi tersebut dikendarai oleh sopir perempuan berkerudung.

“(Ngobrol) rumahnya dimana?, sudah berapa tahun (jadi sopir taksi)?. Dia sudah empat tahun (jadi sopir taksi). Dia ternyata agak grogi juga ya. Pas waktu berhenti dia bilang ‘saya milih bapak’, ‘lha kamu kenal saya?’. ‘Iya bapak kan Pak Djarot'” katanya.

Djarot juga mengapresiasi kerja sopir perempuan tersebut. Ia sempat berpesan agar sopir tersebut berhati-hati dalam menjalankan tugas.

“Drivernya perempuan. Luar biasa” katanya. (rol/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini