BENTROK DIPONEGORO: Polda Metro Jaya Bantah Ada Penembakan Peluru Tajam

JAKARTA (suarakawan.com) – Dari laporan rekan di lokasi kejadian, tidak ada korban luka dan tewas terkena tembakan dan suara tembakan tersebut hanya tembakan gas air mata.

Demikian disampaikan Kombespol Rikwanto Kabid Humas Polda Metro Jaya, sesaat lalu lewat selulernya, Kamis (29/03) malam.

Menurutnya, penyebab bentrokan ini akibat ulah mereka yang seakan berunjuk rasa tapi hanya bikin ribut. Bahkan ada korban dari pihak kami (polisi, red) yang dipukul oleh massa mahasiswa yakni Kapolsek Senen Kompol Iman Zebua. “Dan sekarang dirawat di IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat,” jelasnya.

Selain itu, para mahasiswa ini membakar mobil Avanza milik unit Resmob juga merusak Pos Polisi Polsektro Senen. Atas aksi mahasiswa ini yang mulai anarkis kami (Polisi, red) mengambil tindakan tegas.

“Kami juga mengamankan para mahasiswa sebanyak 15,” demikian Rikwanto.

Sementara itu, seorang mahasiswa YAI bernama Agung Tuanany mengalami luka tembak di dada kananya dan kini dilarikan ke rumah sakit.

Seperti diketahui, ratusan mahasiswa gabungan dari Universitas Kristen Indonesia dan Universitas Persada Indonesia (UPI) YAI yang melakukan aksi blokir jalan di depan kampus mereka yakni di jalan Diponegoro, Jakarta Pusat berakhir dengan bentrokan, pada Kamis (29/03) sekitar pukul 21.00 WIB.

Tersiar kabar sebanyak 8 mahasiswa mengalami luka tembak peluru tajam dan satu diantaranya tewas. Namun hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian belum bisa dikonfirmasi. (mad/jto)

Keterangan Foto: Polisi Tetap Bersiaga Di depan Pos Pol Polsektro Senen.(pra)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "BENTROK DIPONEGORO: Polda Metro Jaya Bantah Ada Penembakan Peluru Tajam"