Bendungan Bernoulli Kembali Ditawarkan

Tidak ada komentar 10 views

IR. Djaya Laksana, penemu bendungan bernoulli untuk menghentikan semburan lumpur lapindo

SIDOARJO(suarakawan.com)-Penemu sistem penghentian lumpur Lapindo dengan menggunakan hukum Bernoulli, Ir. Djaja Laksana menegaskan, sampai saat ini lumpur Lapindo masih bisa dihentikan dengan membuat bendungan Bernoulli rancangannya.

Meski lumpur Lapindo telah menyembur sejak 5 tahun yang lalu di Porong Sidoarjo, luapan lumpur masih dapat dihentikan, bila pemerintah mempunyai niat baik mengupayakan penghentiannya.

“Bendungan Bernoulli masih sangat relevan dan dapat digunakan untuk menghentikan luapan lumpur Lapindo meski sudah lewat lima tahun.” terang Djaja Laksana kepada suarakawan.com, Sabtu (28/05).

Upaya menghentikan lumpur Lapindo telah dilakukan Djaja Laksana sejak awal lumpur menyembur hingga kini, namun belum mendapatkan respon positif dari pemerintah maupun pihak Lapindo Brantas.
“Baru-baru ini kami telah mengajukan surat kepada BPLS untuk melakukan tes di pusat semburan, namun hingga kini belum ada jawaban sama sekali.” ujar Djaja Laksana, yang merupakan alumni ITS Surabaya.

Djaja Laksana juga meragukan keterangan pihak BPLS yang mengklaim telah terjadi penurunan jumlah volume semburan, karena sampai saat ini belum ada tes atau alat yang di tempatkan untuk mengukur volume lumpur yang keluar.

Meski belum mendapat respon positif dari pemerintah, Djaja Laksana bersama tim peneliti dari ITS Surabaya tetap konsisten menawarkan solusi penghentian semburan lumpur, meski pemerintah dinilai tidak berniat menghentikan lumpur.(PetrusR/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Bendungan Bernoulli Kembali Ditawarkan"