Bencana Jepang Ancam Proyek di Indonesia

Tidak ada komentar 17 views

JAKARTA – Pemerintah mengkhawatirkan kemungkinan tertundanya proyek-proyek pembangunan di Indonesia yang dibiayai dari Jepang, karena pemerintah Jepang akan lebih berkonsentrasi melakukan rekonstruksi negaranya pasca gempa dan tsunami yang melanda Jepang akhri pekan lalu.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Dedy S. Priyatna mengungkapan fokus pemerintah Jepang saat ini adalah tanggap darurat akibat dari bencana yang dialami negaranya, sehingga kemungkinan besar proyek-proyek yang kerja sama Indonesia-Jepang, bantuan Jepang, akan terlambat dari jadwal semula.

“Ini sangat wajar karena kemungkinan mereka akan fokus melakukan proses pemulihan pasca bencana,” ujarnya, Senin (14/3).

Sementara itu, Sekretaris Utama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Syahrial Loetan memperkirakan bencana tsunami yang menyapu hampir seluruh pesisir pantai timur Jepang akan mempengaruhi semua rencana investasi Jepang di Indonesia. Semua komitmen Jepang yang sudah dipastikan siap di awal tahun ini akan mereka kaji kembali karena mereka harus memakainya untuk melakukan pemulihan di negaranya.

Bahkan, menurut Syahrial, Jepang saat ini masih terus memprediksi berapa total kerugian akibat bencana itu terhadap Produk Domestik Bruto. Sama halnya saat Aceh menghadapi tsunami pada 2004, saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia berkurang hingga 10% dari pertumbuhan sebelumnya. Meski perekonomian Jepang sangat besar dan relatif baik, tapi dia memperkirakan, akibat bencana gempa dan tsunami pertumbuhan ekonomi negara itu akan terkoreksi.

Namun, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa tetap optimistis komitmen kerja sama dan investasi dari Jepang tetap berjalan sesuai rencana. Beberapa kesepakatan seperti pembiayaan koridor ekonomi senilai US$ 60 miliar dan Metropolitan Priority Area senilai US$ 20 miliar tetap diteruskan.

“Investasi asing langsung juga tidak terpengaruh,” kata Hatta. Ia berharap sentra-sentra produksi manufaktur bisa segera pulih, karena sebagian berkaitan dengan ekspor Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan juga menyatakan komitmen investasi investor Jepang tidak terpengaruh pasca bencana yang menimpa negara itu. Menurutnya pola investasi yang sekarang dilakukan investor Jepang adalah investasi strategis dan memiliki jangka waktu yang cukup panjang.

Jepang merupakan negara ketiga terbesar penyumbang penanaman modal asing sepanjang 2010 dengan jumlah proyek investasi sebanyak 151 proyek dan total nilai US$ 0,1 miliar.

Jepang juga merupakan pasar ekspor utama Indonesia. Sepanjang 2010, nilai ekspor non-minyak dan gas Indonesia ke Jepang US$ 16,49 miliar dan menduduki peringkat pertama negara tujuan utama ekspor Indonesia. Pada Januari 2011, nilai ekspor non-migas ke Jepang US$1,21 miliar atau 10,13% dari total ekspor non-migas. (FT/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Bencana Jepang Ancam Proyek di Indonesia"