Beli Saham Duit Korupsi, Nazar Kembali Dijadikan Tersangka

JAKARTA (suarakawan.com) – Komisi Pemberantasan Kembali menetapkan Muhammad Nazarudin sebagai tersangka terkait dengan pembelian saham PT Garuda. Suami Neneng Sri Wahyuni ini diduga menggunakan uang hasil tindak pidana korupsi dalam kasus suap Wisma Atlet untuk membeli saham PT Garuda.

“Berdasarkan alat bukti yang ada, KPK telah menaikkan status menjadi penyidikan. Kita duga ada penggunaan dana kasus Wisma Atlet PT DGI, dengan tersangka MN (Muhammad Nazarudin), anggota DPR. Ditetapkan sejak pekan lalu,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di kantornya, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Senin (13/02)

Johan menambahkan, penetapan tersangka kepada Nazarudin itu sudah sejak pekan lalu. Pembelian saham PT Garuda oleh PT Permai Group, perusahaan milik Nazarudin diduga untuk menyembunyikan uang hasil suap dari PT Duta Graha Indah dalam proyek pembangunan Wisma Atlet Palembang Sumatra Selatan.

“Pembelian saham itu diduga untuk melakukan kamuflase agar dapat menyembunyikan asal usul uang itu,” tutur Johan.

Kepada terdakwa kasus Wisma Atlet ini, Penyidik KPK menyangkakan kepada dirinya melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b subsider pasal 5 ayat 2, subsider pasal 11 UU 31 tahun 1999 Undang-undang Tipikor.

Selain itu KPK juga menyangkakakan kepada Nazarudin dengan pasal 3 atau 4 junto pasal 6 UU TPPU nomor 8 tahun 2010 junto pasal 55 KUHAP.

Sekadar diketahui, Mantan Bawahan Nazarudin, Yulianis saat memberikan kesaksian dalam persidangan Nazarudin mengungkapkan jika PT Permai Grup, membeli saham perdana Garuda Indonesia senilai total Rp 300,8 miliar. Pembelian saham tersebut menggunakan keuntungan yang diperoleh Grup Permai proyek-proyek di pemerintah.(mad/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Beli Saham Duit Korupsi, Nazar Kembali Dijadikan Tersangka"