Bayaran Kurang, Batu Bata Melayang

Tidak ada komentar 9 views

pelaku bersama petugas

SURABAYA (suarakawan.com) – Gaji kurang lantas unjuk rasa  masih wajar, namun yang di lakukan Mahmudi ,27, warga dsn Krajan Kel lajur lor Singgahan Tuban jelas melanggar hukum.

Gara-gara sang mandor tidak menepati masalah pembayaran,sebuah batu bata  melayang tepat di kepala korban Maro,37,warga kalijaran Rt 03 Rw 01 Lakarsantri.

Korban adalah mandor diproyek Puskesmas rangkah. Menurut Kapolsek lakarsantri  Mahmudi ditangkap setelah dilaporkan Marta mandornya dalam proyek renovasi puskesmas Rangkah.

Dalam pemeriksaan Mahmudi mengakui bahwa saat kejadian sebenarnya dia mau menagih kekurangan uang pembayaran ongkos borongan kerjanya memasang genting puskesmas yang kurang Rp 900 ribu.

Karena Marto selalu berjanji dan mengeluarkan kata – kata yang tidak pantas untuk didengar, maka spontan Mahmudi mengambil batu bata yang ada dirumah marto lalu melemparkannya ke muka Marto hingga keningnya luka robek. Akibat luka robek tersebut Marto harus mendapatkan tujuh jahitan dikeningnya.

“Harusnya jangan main hakim sendiri dan tidak usah menganiaya. Laporkan saja tentu akan kita proses,” ujar Kuncoro,Jum’at,(05/08).

Atas perbuatannya tersebut pelaku akan dijerat dengan pasal penganiayaan.

“Pekerjaan sudah selesai tapi bayaran kok belum diberikan,sudah berkali-kali saya tagih malah kata-katanya nyinggung perasaan hingga saya emosi,” ujar Mahmudi dengan nada sesal.(Wis/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Bayaran Kurang, Batu Bata Melayang"