Bawang Putih Sulit Keluar, Wamentan Sidak TPS

SURABAYA (suarakawan.com) – Tidak bisa keluarnya 394 kontainer isi bawang putih di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) membuat Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Rusman Heriawan Senin (18/03) siang melakukan peninjauan ke TPS, Pelabuhan Tanjung Perak.

Dalam sidaknya, ia mengakui ada keterlambatan dari pihak kementerian terkait Surat RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian.

“Mestinya, RIPH itu dikeluarkan menjelang Januari, sehingga pihak importir memiliki panduan terkait barang-barang impor yang didatangkan pada Januari hingga Juni,” terang Rusman di Kantor TPS, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Namun, sebelum para importir bisa mengeksekusi barang-barang miliknya yang tertahan di Bea dan Cukai, para importir wajib memiliki tiga dokumen yang dikeluarkan oleh kementerian.

Diantaranya, harus memiliki IT yang dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan, kemudian memiliki RIPH dari Menteri Pertanian dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan. Sebab, jik 3 syarat tersebut terpenuhi, maka para importir berhak mengedarkan barang-barang yang mereka impor ke pasaran.

Rusman juga menjelaskan, bahwa ratusan kontainer bawang putih asal China sebenarnya tidak tertahan dengan unsur kesengajaan, melainkan pihak importir belum memenuhi syarat perizinan. Namun Rusman membantah jika kenaikan harga bawang putih di pasaran bukanlah penyebab dari tertahannya ratusan bawang putih di TPS. (Bs/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Bawang Putih Sulit Keluar, Wamentan Sidak TPS"