Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Bangunan Hotel Amaris di Gubernur Suryo Ganggu Keamanan Gedung Negara Grahadi

06 Jul 2017 // 19:44 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

IMG-20170706-WA0009

SURABAYA (suarakawan.com) – Gedung Negara Grahadi Surabaya mulai terasa tidak nyaman lagi. Apalagi ketika gedung tempat Gubernur menerima tamu-tamu kenegaraan. Keadaan ini mulai dirasakan masyarakat Kota Surabaya ketika sedang berada di halaman Gedung bersejarah yang terletak di Jalan Gubernur Suryo d/h Jl Pemuda Surabaya ini.

Sejumlah pejabat hingga staf di pemprov Jatim yang kerap menghadiri acara-acara penting di Grahadi dua bulan belakangan ini mulai sering kasak-kusuk. Mereka bertanya-tanya ketika menghadap wajahnya ke arah selatan. Tampak sekali sangat teramat jelas, proyek pengerjaan bangunan gedung menjulang tinggi yang hanya berjarak tak sampai 100 meter di depan gedung yang biasa digunakan untuk menerima tamu-tamu Negara asing bahkan digunakan menginap oleh Presiden RI.

“Gedung apa itu? Kok kurang pantas. Apa tidak membahayakan keamanan buat aktivitas di Grahadi?,” cletuk seorang pejabat eselon II di Pemprov Jatim usai menemani Gubernur menerima tamu dari Eropa sebelum lebaran lalu.

Gedung tinggi yang kini sedang tahap pembangunan tersebut ternyata akan digunakan sebagai Hotel. Informasi dari para pekerja yang sedang beraktivitas di bekas Restoran Taman Sari itu menyebut bangunan itu bakal dipakai untuk Amaris Hotel.

“Bangunan ini nanti digunakan Amaris Hotel,” ujar salah satu pekerja yang menggunakan seragam abu-abu dan helm topi berwarna hijau itu. Hal senada juga dibenarkan Arman, penjual bakso yang mangkal di samping taman Apsari. “Ohh itu calonnya Hotel Amaris mas,” sebutnya.

Berdasarkan pengamatan, gedung tersebut dikerjakan oleh kontraktor dengan label Mitra Satya Wiguna. Hingga kemarin, Kamis 5 Juli 2017, proses pengerjaan sudah mencapai Lantai 14. Di total 17 lantai yang akan dibangun.

“Nanti totalnya 18 lantai mas, tapi biasanya ada lantai yang tidak disebut, seperti lantai 13 kan bisanya kosong,” ujar pekerja yang lain.

Menariknya, di depan proyek bangunan itu terdapat plakat besar yang bertuliskan tentang legalitas resmi dari Pemerintah Kota Surabaya terhadap bangunan itu. Terlulis jelas, bahwa bangunan itu sudah mendapatkan ijin  dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Surabaya. Tertulis juga Surat Ijin Kepala Dinas No : 188.4/ 2820 025 / 436.6.2 / 2016 tentang Ijin Mendirikan Bangunan dengan nama Bambang Widjanarko, Alamat Jl Sultan Muhammad 181 Pontianak, bertinndak atas nama Bambang Widjanarko.

Ketua Komisi A DPRD Jatim Fredy Purnomo ikut menanggapi serius bangunan yang cukup mengganggu pemandangan di gedung Negara Grahadi tersebut.

Ia mengaku heran dengan adanya bangunan tinggi di depan gedung Negara yang tingkat keamanannya masuk kategori Very Very Important Person (VVIP) itu. Sehingga cukup janggal kalau Pemkot Surabaya begitu saja memberikan ijin mendirikan bangunan.

“Saya banyak mendapat laporan dari masyarakat soal bangunan itu, apalagi ini di depan gedung Negara yang kelas keamannya VVIP,” heran Fredy. (aca/rur)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini