Bangunan Ambruk Pabrik Plastik : Polisi Minta Bantuan Labfor Polda Jatim

SURABAYA (suarakawan.com) – Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan terhadap ambruknya bangunan berlantai II milik Pabrik Howter CV Cahaya Gunung Jati (CGJ) yang terletak di Raya Simojawar 17-D, Rabu (22/2) kemarin.

Penyelidikan itu, polisi dari Polsek Sukomanunggal, akan meminta bantuan kepada Labfor Cabang Surabaya, dengan begitu akan diketahui mengapa bangunan milik Indra tersebut bisa ambruk.

Demikian dikatakan Kapolsek Sukomanunggal, Kompol M Baderi mengungkapkan pihaknya masih belum mengetahui penyebab ambruknya bangunan tersebut. “Kami akan selidiki terlebih dahulu dengan meminta bantuan Labfor Cabang Surabaya, apakah benar runtuhnya bangunan itu disebabkan kelebihan muatan, kami tidak bisa mengatakan apa penyebab runtuhnya bangunan pabrik,” jelasnya.

Sementara informasi awal adanya enam korban yang tertimpa reruntuhan diantaranya Karyono, Yuliatin, Sulis, Tina dan Farida kesemuanya kos di kawasan Simojawar depan pabrik.  Dua diantaranya sedang kondisi hamil empat bulan. “Namun saat kami cek dan memeriksa para karyawan ternyata empat orang, dua lainnya selamat,” jelas dia, saat di temui di lokasi.

Sementara, lanjut M Baderi, pengakuan karyawan pabrik yang bergerak di bidang prosuksi hoswer (peralatan rumah tangga yang terbuat dari plastik) itu, kondisi bangunan dibangun (renovasi) tiga tahun lamanya oleh pemborong bernama Suyatmin tetapi baru 1,5 tahun di tempati sebagai pabrik.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebuah bangunan berlantai II milik CV Cahaya Gunung Jati (CGJ) milik Indra beralamat di Jl. Raya Simo Jawar 17-D, mendadak ambruk dan menyebabkan empat karyawannya menjadi tumbal tertimpa pecahan dinding atau cor-coran, Rabu (22/2) semalam. Diduga runtuhnya bangunan disebabkan banyaknya (overload) bahan baku plastik yang disimpan diatas sehingga tidak kuat menyangganya.

Empat karyawan terdiri dari tiga wanita dan seorang lagi cowok masing-masing Yuliatin mengalami luka dibagian pinggangnya, Yanti hanya syok karena dalam kondisi hamil, Sulis hanya mengalami luka ringan. Yang paling parah adalah Yono karena kepalanya bocor tertimpa reruntuhan itu dan hingga kini, Karyono masih dirawat di IRD RSU dr Soetomo.

Menurut Heri Setiawan (42), karyawan bagian Mekanik, peristiwa ambruknya bangunan sekitar pukul 19.30 atau ketika para karyawan sedang bekerja shif malam sebagai operator (Menjaga mesin dan hasil produksi plastik di lantai I. Mendadak dikejutkan suara gemuruh yang begitu dahsyat dan disusul reruntuhan bangunan di lantai II berisi kurang lebih 5 ton bahan baku plastik dan hasil produksi, yang kemudian menimpa para karyawan. “Pada waktu itu saya di lantai I namun agak ke belakang sehingga tidak terkena reruntuhan,” jelas Heri yang tinggal di Jl. Putat Jaya Timur Gg II.

Para karyawan yang selamat, selanjutnya segera mengevakuasi para korban ke Klinik Nur Medika. Karena Yono paling parah selanjutnya dirujuk ke IRD RSU dr Soetomo. (sk/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Bangunan Ambruk Pabrik Plastik : Polisi Minta Bantuan Labfor Polda Jatim"