Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Bali Jadi Tempat Favorit Wisman Gelar Pernikahan

28 Feb 2017 // 13:34 // HEADLINE, HOBI & PARIWISATA, SEX & LOVE

images (38)

DENPASAR (suarakawan.com) – Sebagai masyarakat Indonesia kita patut berbangga hati. Pasalnya, pulau Bali merupakan salah satu tempat yang diminati oleh wisatawan asing untuk melangsungkan pesta pernikahan.

Menurut Ketua Bali Wedding Association (BWA) Ketut Agus Dion Satvika, wisatawan asal Tiongkok dan Australia paling meminati melangsungkan pesta pernikahan di Pulau Dewata.

“Kalau dulu didominasi oleh wisatawan dari Australia, sekarang sudah bersaing jumlahnya dengan wisatawan dari Tiongkok. Mereka ini sama-sama menyukai suasana pantai untuk menggelar pesta pernikahan,” kata Dion, di Denpasar, seperti diberitakan Selasa (28/2).

Konsep tema pernikahan yang dipilih, lanjut dia, umumnya bergaya Barat. Tetapi ada juga yang dipadukan dengan budaya Bali.

Dion menambahkan, menggelar pesta pernikahan di Bali juga makin digemari oleh wisatawan dari Jepang dan India. Mereka juga menyukai pemandangan pantai hingga tebing untuk melangsungkan pernikahan.

“Hanya saja, khusus wisatawan India, murni mengangkat konsep budaya setempat. Mereka memilih Bali lebih untuk mengejar view yang indah,” kata Dion lagi.

Public Relation Bali Wedding Association Elbie Damara menambahkan Bali semakin digandrungi menjadi tujuan pelaksanaan pesta pernikahan, sekaligus menjadi potensi wisata baru.

“Mereka dari luar negeri itu waktu tinggalnya juga lumayan lama, rata-rata 5-10 hari karena sekaligus digunakan sebagai kesempatan untuk berlibur, sehingga hotel-hotel juga ikut kebagian rezeki,” ujar Elbie.

Apalagi kalau yang menggelar pesta pernikahan itu orang Indonesia, meskipun relatif lebih singkat tinggal di Bali, tetapi biasanya jumlah undangannya cukup besar hingga 100 orang.

“Menggeliatnya bisnis wedding di Bali setidaknya bisa menolong mengangkat okupansi hotel di tengah berlebih jumlah kamar hotel di sini,” katanya pula. (tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini