Balap Sepeda Harusnya Panen Medali Emas di SEA Games Singapura

seagames

SURABAYA (suarakawan.com) – Prestasi yang diukir para pembalap Indonesia di pentas SEA Games 2015, Singapura, membuat prihatin tokol balap sepeda Jatim. Di mata mereka, seharusnya Indonesia bisa meraih lebih dari satu medali emas.

“Kami prihatin sekali. Indonesia tidak layak kalau cuma mendapat satu emas di SEA Games Singapura kemarin,” kata tokoh balap sepeda Jatim, Satra Harijanto Tjondrokusumo kepada wartawan di Surabaya, Senin (29/6).

Seperti diketahui, prestasi pembalap Indonesia di SEA Games Singapura, memprihatinkan. Indonesia hanya kebagian satu emas. Padahal, di cabor ini ada enam nomor yang dipertandingkan.

Satu-satunya emas direbut Robin Manullang dari nomor Individual Time Trial (ITT). Balap sepeda sendiri memasang target emas di nomor criterium dan road race.

Prestasi tersebut merosot tajam dibanding SEA Games 2013 di Myanmar. Saat itu, Indonesia menjadi juara umum cabor balap sepeda dengan 5 emas, 4 perak dan 2 perunggu.

“Indonesia ini negara besar. Sedangkan pengurusnya sibuk berebut kekuasaan. Mudah-mudahan semuanya sadar melihat kondisi olahraga kita ini,” ungkapnya.

Pada SEA Games Singapura, Indonesia mengandalkan Robin Manullang (Kalimantan Timur), Tonton Susanto (Jawa Barat), Aiman Cahyadi (DKI Jakarta), Jamalidin Novardianto (Jatim), Elan Riyadi (Yogyakarta) dan M. Nur Fatoni (Yogyakarta). Sedangkan di putri ada nama Dahlina Rosida (Jatim) dan Riska Agustin (Yogyakarta).

Minimnya atlet Jatim yang berpartisipasi, menurut bos klub balap sepeda Polygon Sweet Nice (PSN) ini, tak lepas dari minimnya kompetisi di Jatim. Seperti Kejurda balap sepeda yang menjadi agenda rutin Pengprov ISSI Jatim. “Sekarang saya tidak melihat Kejurda berseri. Paling ada kompetisi untuk merebut posisi di Jatim,” cetusnya. (Bng/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan ke Anonim Batalkan balasan