Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Balap Sepeda Harusnya Panen Medali Emas di SEA Games Singapura

29 Jun 2015 // 20:05 // BIKE, OLAHRAGA

seagames

SURABAYA (suarakawan.com) – Prestasi yang diukir para pembalap Indonesia di pentas SEA Games 2015, Singapura, membuat prihatin tokol balap sepeda Jatim. Di mata mereka, seharusnya Indonesia bisa meraih lebih dari satu medali emas.

“Kami prihatin sekali. Indonesia tidak layak kalau cuma mendapat satu emas di SEA Games Singapura kemarin,” kata tokoh balap sepeda Jatim, Satra Harijanto Tjondrokusumo kepada wartawan di Surabaya, Senin (29/6).

Seperti diketahui, prestasi pembalap Indonesia di SEA Games Singapura, memprihatinkan. Indonesia hanya kebagian satu emas. Padahal, di cabor ini ada enam nomor yang dipertandingkan.

Satu-satunya emas direbut Robin Manullang dari nomor Individual Time Trial (ITT). Balap sepeda sendiri memasang target emas di nomor criterium dan road race.

Prestasi tersebut merosot tajam dibanding SEA Games 2013 di Myanmar. Saat itu, Indonesia menjadi juara umum cabor balap sepeda dengan 5 emas, 4 perak dan 2 perunggu.

“Indonesia ini negara besar. Sedangkan pengurusnya sibuk berebut kekuasaan. Mudah-mudahan semuanya sadar melihat kondisi olahraga kita ini,” ungkapnya.

Pada SEA Games Singapura, Indonesia mengandalkan Robin Manullang (Kalimantan Timur), Tonton Susanto (Jawa Barat), Aiman Cahyadi (DKI Jakarta), Jamalidin Novardianto (Jatim), Elan Riyadi (Yogyakarta) dan M. Nur Fatoni (Yogyakarta). Sedangkan di putri ada nama Dahlina Rosida (Jatim) dan Riska Agustin (Yogyakarta).

Minimnya atlet Jatim yang berpartisipasi, menurut bos klub balap sepeda Polygon Sweet Nice (PSN) ini, tak lepas dari minimnya kompetisi di Jatim. Seperti Kejurda balap sepeda yang menjadi agenda rutin Pengprov ISSI Jatim. “Sekarang saya tidak melihat Kejurda berseri. Paling ada kompetisi untuk merebut posisi di Jatim,” cetusnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

1 Comment

  1. Patricio says:

    orang bule trnyata doyan adu drag ma balap liar jg ya sama kyk di inediosna Bedanya klo di barat mtor yg di pake mtor sport yg larang tenan Klo di indo ckup bebek ma matic aja yg murah meriah

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini