Baku Tembak TNI VS Polri di Lubuklinggau, Ini Reaksi Panglima TNI

tembak

SIDOARJO (suarakawan.com) – Pasca kejadian penembakan terhadap dua anggota Komando Daerah Militer III Siliwangi, Bandung di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Jumat (13/11), seluruh prajurit TNI diminta tidak terpengaruh dengan isu-isu negatif yang dapat merusak hubungan antara TNI dan Polri.

“Saya perintahkan kepada seluruh prajurit saya agar jangan terpengaruh dengan isu-isu,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, seperti diberitakan Senin (16/11).

Sebagai Panglima TNI, Gatot mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolri terkait kejadian ini. Dari koordinasi itu, ada kesepakatan untuk membentuk Tim Investigasi menyelidiki kasus tersebut dan berjanji akan mengungkapnya secara tepat.

“Percayakan bahwa Polri bersikap profesional menangani kasus ini karena mematuhi dan dan menjunjung tingi hukum Indonesia. Seluruh prajurit harus tetap tenang dan percayakan ke pimpinan,” ujarnya.

Panglima TNI yang didampingi KSAD Jenderal TNI Mulyono itu juga menjelaskan kronologis kejadian yang mengakibatkan dua prajurit tersebut, yakni Kapten Edi tertembak di bagian perut dan Sersan Deden tertembak di bagian paha.

Diceritakan, pada Jumat (13/11), sebanyak delapan orang yang tergabung satu tim Detasemen Intel Kodam III Siliwangi mendapat tugas mengejar pelaku penadah pencurian mobil wialayah Lubuklinggau.

Namun di tengah pengamatan sasaran, kendaraan tim TNI dikepung oleh kendaraan dari Tim Buser Polres Muara Enim dan memerintahkan penumpang keluar sembari mengangkat tangan.

“Kapten Edi dan Sersan Deden keluar sambil mengangkat tangan tanpa memegang senjata. Tapi, keduanya malah tertembak dan senjata prajurit lainnya juga dilucuti,” ungkap mantan Pangdam V/Brawijaya itu.

Tidak itu saja, Panglima TNI juga membenarkan adanya insiden di RSUD Siti Aisyiyah Lubuklinggau, yakni ketika prajurit bermaksud menjenguk pimpinan dan rekannya yang tengah dirawat akibat luka tembak.

“Prajurit tanpa senjata karena dilucuti oleh polisi. Saat di RS, dua anggota Polri bersenjata terlibat insiden dengan prajurit. Meski ada suara tembakan ke bawah, namun tidak ada korban luka,” ucapnya.

Kejadian itu sendiri bermula dari seorang pria bernama Yuda yang tidak mengembalikan mobil yang disewanya dari anggota Puskopad Dam III Siliwangi. Dia malah kabur setelah menjualnya ke penadah di Sumatera Selatan.

Peristiwa itu telah dilaporkan ke Polrestabes Bandung. Kemudian, memutuskan membantu mencari sekaligus menangkap komplotan pencurian kendaraan tersebut.

“Karena menerima laporan dari tersangka yang sudah ditangkap bahwa mobil dan penadah ada satu lokasi di Sumatera maka anggota diperintahkan mengejar dengan dilengkapi surat perintah,” paparnya.(Bng/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Baku Tembak TNI VS Polri di Lubuklinggau, Ini Reaksi Panglima TNI"