Bahas Raperda Trafficking, Banleg DPRD Usul Raperda Inisiatif

perlindungan anak (ilustrasi)

SURABAYA (suarakawan.com) – Guna membuat peraturan Daerah (perda) tentang perdagangan manusia (Trafficking), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya melalui Badan Legeslatif (Banleg) akan menggunakan hak Inisiatif.

Anggota Banleg, Yayuk Puji Rahayu mengatakan Banleg sudah menerima hasil kajian akademik dari tim Unair. Karena kajian itu dinilai belum lengkap, Banleg pun siap membahasnya kembali.

“Raperda Tafficking ini akan selaras dengan Raperda Perlindungan Anak yang sudah dibahas Panitia Khusus. Kita akan bahas detil agar dua Raperda ini tak saling tumpang tindih,” tutur Yayuk, Selasa (28/06).

Informasinya, penggunaan hak inisiatif itu lantaran Raperda Perlindungan Anak yang ternyata lebih dulu dikerjakan pemkot, akan menggantikannya. Pihak Banleg saat ini sudah mematangkan seluruh draftnya sebelum dilaporkan ke Badan Musyawarah.

Ia menambahkan, jika Raperda Trafficking ini lebih menyoal masalah pencegahan dan perlindungan atas perdagangan manusia. Diutamakan juga perlindungan terhadap wanita dan anak. (aca/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *