Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Bahas Impor Senjata, DPR RI Akan Panggil Panglima TNI dan Kapolri

03 Oct 2017 // 15:01 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN

dpr

SURABAYA (suarakawan.com) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan memanggil Panglima TNI, Kapolri, Menkopolhukam, dan Menteri Pertahanan (Menhan) untuk membahas terkait impor 280 senjata dan 5.000 butir peluru yang saat ini masih berada di Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami sudah kontak pimpinan dewan lainnya, dan komisi terkait untuk menggelar rapat hearing dengan ekskutif dalam waktu dekat, insyallah minggu depan kita gelar rapat tersebut,”ujar Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah ditemui di Surabaya, Selasa (3/10).

Fahri Hamzah yang juga politisi asal Fraksi PKS ini, dengan adanya pertemuan tersebut diharapkan masalah senjata ini dapat terselesaikan dan tidak ada masalah kedepan harinya.

“Untuk info sementara pihak DPR RI belum mengetahui terkait masalah senjata tersebut sama sekali dibuat apa,” ujarnya.

Pihaknya berharap agar polemik pembelian senjata api tidak terulang kembali. “DPR sangat berharap, yang akan datang jangan terulang kembali, karena apalagi ini menyangkut senjata api yang sangat sensitif sampai menimbulkan polemik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Seperti diketahui, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo tentang isu pembelian 5000 pucuk senjata. Dan impor 280 senjata dan 5.000 butir peluru yang saat ini masih berada di Bandara Soekarno-Hatta. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini